TITIKTEMU – Pemerintah Kabupaten Karawang tak mau kecolongan menghadapi gelombang arus balik Lebaran 2026. Sejumlah skenario disiapkan, titik krusial diamankan, dan koordinasi lintas sektor digeber habis-habisan demi mengurai potensi kemacetan yang diprediksi memuncak pada 25 hingga 28 Maret 2026.
Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, memastikan langkah antisipatif sudah berada di jalur yang tepat. Salah satu fokus utama adalah pengaturan akses masuk tol yang dinilai menjadi simpul krusial arus kendaraan pemudik.
“Koordinasi sudah kita lakukan dengan Kapolres. Kita siapkan titik di KM 62 sebagai akses masuk tol untuk pemudik saat arus balik,” tegas Aep, kemarin.
Tak hanya mengandalkan jalur tol, Pemkab juga menggenjot kesiapan jalur alternatif. Ruas Cikampek hingga Karawang-Tanjungpura dipastikan sudah mulus dan siap dilintasi, menjadi opsi penting untuk memecah kepadatan lalu lintas.
“Untuk jalur alternatif, dari Cikampek sampai Karawang Tanjungpura, infrastrukturnya sudah selesai. Ini jadi solusi untuk mengurai kemacetan,” lanjutnya.
Di lapangan, sinergi tak hanya berhenti di tingkat daerah. Pemkab Karawang juga intens berkoordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perhubungan, terkait pengelolaan jalur protokol yang berada di bawah kewenangan nasional.
Harapan pun disematkan pada berfungsinya jalur Japek II yang diyakini dapat menjadi ‘katup pengaman’ tambahan saat lonjakan kendaraan tak terhindarkan.
“Koordinasi terus kita lakukan dengan Kemenhub. Mudah-mudahan Japek II bisa digunakan. Kita ingin arus balik di Karawang berjalan lancar, aman, dan terkendali,” tandas Aep.
Di tengah persiapan itu, Aep juga mengingatkan para pemudik untuk tak lengah di perjalanan. Keselamatan, kata dia, tetap menjadi prioritas utama di tengah padatnya arus balik.
Dengan berbagai langkah strategis yang disiapkan, Karawang kini bersiap menghadapi ujian tahunan: memastikan jutaan kendaraan bisa kembali tanpa drama panjang di jalanan.***





