TITIKTEMU – Senin (5/8/2024), wajah sumringah menghiasi wajah para anggota DPRD Karawang terpilih 2024-2029 yang akan segera dilantik dan diambil sumpah jabatan.
Tetapi di luar euforia itu, apakah para wakil rakyat tahu bahwa mereka telah menghabiskan anggaran hingga setengah miliar untuk hanya sekedar pelantikan. Padahal mereka belum bekerja, baru akan dilantik saja.
Informasi yang dihimpun Titik Temu, sebelum pelantikan mereka juga pernah melakukan gladi resik di salah satu hotel berbintang. Setiap anggota dewan terpilih sudah disediakan kamar hotel untuk menginap. Tetapi kabarnya hanya 24 anggota dewan saja yang mengambil jatah kamar.
Dilansir dari berbagai media massa, bahwa pelantikan 50 wakil rakyat Karawang ini menghabiskan anggaran hingga Rp 500 juta. Pelantikan yang hanya berdurasi 3 jam tersebut hanya dimeriahkan oleh tarian lengser yang menyambut anggota dewan untuk masuk ke ruang rapat paripurna.
Sementara untuk jamuan konsumsi, Sekretariat Dewan hanya menyediakan nasi kotak dan prasmanan yang harganya Rp 45 ribu, serta snack Rp 20 ribu yang isinya hanya kue pisang, bolu, risol dan aqua gelas.
Apakah ada dugaan mark-up dalam anggaran pelantikan 50 Anggota DPRD Karawang ini?. Yang pasti Redaksi Titik Temu masih melakukan investigasi untuk pengumpulan data dan informasi.
Di luar persoalan tersebut, pelantikan 50 anggota dewan ini juga mengundang kontroversi lain. Yaitu dimana tidak semua tamu undangan dan wartawan yang hadir bisa masuk gedung paripurna.
Bahkan ada juga Kades hingga anggota dewan sendiri yang mempertanyakan profesionalitas Sekretariat Dewan, karena alasan keluarga mereka tidak bisa masuk gedung paripurna untuk menyaksikan langsung prosesi pelantikan.
Bahasa sindiran mereka ke Redaksi Titik Temu, “katanya : Sekwan sekarang emang rada-rada”. Mungkin saking kesalnya, masa masih keluarga anggota dewan juga tidak bisa masuk gedung paripurna. (***Bersambung)






