Benahi Jalur Mudik, Bupati Aep Ultimatum Jalan Berlubang di Karawang Beres H-5 Lebaran

TITIKTEMU – Pemerintah Kabupaten Karawang tancap gas memperbaiki jalan rusak dan berlubang di sejumlah jalur strategis yang bakal dilintasi pemudik. Targetnya tegas: seluruh perbaikan harus rampung paling lambat H-5 Lebaran.

Langkah cepat ini diambil untuk memastikan arus mudik berlangsung aman dan nyaman bagi masyarakat yang melintasi wilayah Karawang.

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menegaskan bahwa penanganan jalan rusak kini menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Pasalnya, kondisi jalan berlubang belakangan menjadi sorotan publik, terlebih menjelang musim mudik.

“Saya sudah perintahkan Dinas PUPR dan juga Baperisda untuk segera merencanakan serta menangani jalur-jalur yang sudah kita mitigasi,” tegas Aep, Kamis 5 Maret 2026.

Menurutnya, sejumlah ruas jalan yang diprediksi akan dipadati kendaraan pemudik sudah dipetakan sejak dini. Di antaranya jalur Johar, Karasak hingga wilayah Cikalong yang diperkirakan mengalami lonjakan volume kendaraan saat Lebaran nanti.

Pemkab Karawang, kata Aep, tak ingin pemudik dibuat waswas oleh kondisi jalan berlubang. “Melihat potensi arus mudik tahun ini yang kemungkinan cukup padat, minimal H-5 Lebaran seluruh perbaikan harus sudah selesai,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada jalan milik kabupaten, Pemkab Karawang juga berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi terkait penanganan ruas arteri yang menjadi kewenangan mereka.

Di jalur arteri, perbaikan bahkan sudah mulai masuk tahap rekonstruksi, bukan sekadar tambal sulam. Proyek tersebut dilakukan pada ruas Tanjungpura hingga Klari yang selama ini menjadi jalur padat kendaraan.

Meski begitu, Aep memastikan Pemkab Karawang siap turun tangan jika masih ada titik jalan yang belum tertangani oleh pemerintah pusat.

“Kalau memang belum tertangani, kita akan lakukan pemeliharaan sementara dengan melapisi bagian atas jalan agar tetap aman dilalui,” jelasnya.

Tak berhenti di perbaikan jalan, Pemkab Karawang juga menaruh perhatian pada penerangan jalan di jalur mudik. Lampu penerangan dinilai sangat krusial untuk meningkatkan keselamatan pengendara, terutama pada malam hari atau saat cuaca buruk.

Aep mengaku sudah meminta dinas terkait untuk segera menginventarisasi kebutuhan pemasangan lampu penerangan di sejumlah titik rawan.

“Jangan hanya jalannya saja yang diperbaiki. Lampu penerangan juga penting, apalagi cuaca sekarang sering berubah-ubah,” katanya.

Menurut Aep, keberadaan lampu jalan akan sangat membantu pengendara, khususnya pemotor, agar lebih aman saat melintas pada malam hari maupun ketika hujan mengguyur.

Saat ini, pemasangan lampu penerangan sudah mulai dilakukan di beberapa ruas jalan. Salah satunya jalur dari Telagasari menuju jalur utama yang kerap dilalui kendaraan.

“Yang kita pastikan bukan hanya jalannya aman, tapi penerangannya juga memadai agar perjalanan pemudik lebih nyaman,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.