TITIKTEMU — Aroma pertarungan politik desa mulai terasa di Kabupaten Karawang. Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang dijadwalkan berlangsung November 2026 dipastikan bakal jadi ajang adu pengaruh para tokoh lokal.
Sebanyak 67 desa di Karawang akan menggelar pesta demokrasi untuk memilih pemimpin baru. Namun dari puluhan desa itu, Desa Kalihurip, Kecamatan Cikampek, mulai mencuri perhatian publik.
Mesin politik para kandidat mulai dipanaskan. Obrolan warung kopi hingga grup WhatsApp warga kini ramai membahas siapa sosok yang paling layak memimpin Kalihurip untuk periode berikutnya.
Sedikitnya ada lima nama yang digadang-gadang bakal meramaikan bursa calon Kepala Desa Kalihurip. Mereka adalah Ayir, Atep, Burik, H. Ade, dan Jahe. Kelima figur ini bukan nama asing bagi warga.
Masing-masing punya basis pendukung, jaringan, serta kekuatan pengaruh yang berbeda di tengah masyarakat.
Namun dari sejumlah nama yang muncul, sosok Jahe disebut masih menjadi kandidat terkuat. Elektabilitasnya dinilai masih moncer lantaran rekam jejak kepemimpinannya dianggap cukup terasa oleh masyarakat.
Sejumlah warga menilai pembangunan infrastruktur di Kalihurip selama masa kepemimpinan Jahe mengalami peningkatan signifikan. Akses jalan, sarana lingkungan hingga penunjang kawasan permukiman disebut mengalami perubahan yang cukup terlihat.
Apalagi, Kalihurip dikenal sebagai salah satu desa penyangga kawasan industri di wilayah Cikampek. Mobilitas warga dan aktivitas ekonomi yang tinggi membuat pembangunan infrastruktur menjadi kebutuhan vital.
Meski begitu, pertarungan dipastikan belum selesai. Empat kandidat lainnya diprediksi tak akan tinggal diam. Mereka diyakini tengah menyiapkan strategi, pendekatan politik, hingga program unggulan untuk merebut hati masyarakat.
Pilkades Kalihurip pun diprediksi bakal berlangsung sengit. Adu gagasan, kekuatan massa, hingga pengaruh akar rumput dipastikan menjadi penentu siapa yang akhirnya duduk di kursi kepala desa.***







