Kondisi Memburuk Usai Berobat, Ketua RT di Karawang Ngaku Alami Reaksi Obat hingga Wajah Lebam

TITIKTEMU – Kenting (56), Ketua RT 11 RW 05 Dusun Wagir, Desa Bengle, mengungkap pengalaman pahit yang dialaminya usai menjalani pemeriksaan dan menerima obat dari sebuah klinik di wilayah tersebut. Bukannya pulih, kondisi kesehatannya justru disebut semakin memburuk setelah menjalani tindakan medis dan mengonsumsi obat yang diberikan pihak klinik.

Peristiwa itu bermula pada Januari 2026 saat Kenting mulai mengalami keluhan gatal-gatal di sejumlah bagian tubuhnya. Awalnya, ia mengira gejala tersebut hanya reaksi alergi biasa.

Demi mencari kesembuhan, Kenting mengaku telah mendatangi sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Karawang. Ia sempat menjalani pengobatan di beberapa klinik hingga puskesmas sebelum akhirnya mendatangi sebuah klinik di wilayah Desa Bengle.

“Saya sudah berobat ke beberapa tempat, mulai dari klinik di Plawad, wilayah Kondang (Paceong), sempat mendingan juga. Saya juga sempat ke dr. Edi di Pasir Panjang dan Puskesmas Majalaya, tapi memang belum sampai dirujuk ke rumah sakit,” ujar Kenting saat ditemui di kediamannya, Kamis 21 Mei 2026.

Namun, kondisi tubuhnya disebut mulai memburuk setelah menjalani pemeriksaan di klinik tersebut. Saat itu, Kenting mengaku kondisinya sudah sangat lemas ketika dilakukan pengambilan sampel darah.

Menurut pengakuannya, proses pengambilan darah dilakukan berulang kali di titik yang sama. Akibatnya, tangan kirinya mengalami pembengkakan.

“Pas dicek darah, posisi tangan saya sebenarnya sudah seperti mati rasa. Harusnya jangan terus di titik yang sama. Akhirnya darah tidak keluar dan tangan saya malah bengkak,” katanya.

Tak hanya itu, Kenting juga mengaku mengalami perubahan kondisi fisik setelah mengonsumsi obat dari klinik tersebut. Ia menduga obat yang diberikan merupakan antibiotik dosis keras yang memicu reaksi pada tubuhnya.

Kondisinya disebut semakin parah. Wajahnya mengalami lebam dan pembengkakan, bahkan bibirnya terlihat mencong. Sementara rasa gatal yang sebelumnya hanya muncul di beberapa bagian tubuh, meluas hingga ke area kepala.

Merasa ada yang tidak beres dengan pengobatan yang diterimanya, Kenting akhirnya memutuskan mengembalikan obat-obatan tersebut ke pihak klinik.

Menurut pengakuannya, pihak klinik bertanggungjawab. Sebagai tindak lanjut, klinik disebut mendatangkan dokter spesialis untuk menangani kondisi Kenting dan melakukan pengobatan lanjutan.

“Obatnya langsung saya balikin. Setelah itu pihak klinik mendatangkan dokter spesialis untuk memeriksa kondisi saya dan pengobatan lanjutan ditangani mereka,” ungkapnya.

Hingga kini, Kenting mengaku masih menjalani proses pemulihan akibat kondisi yang sempat dialaminya tersebut.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen klinik terkait belum memberikan keterangan resmi prihal dugaan reaksi obat maupun prosedur penanganan medis yang dialami pasien tersebut.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.