Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu Ribuan Penerbangan, AHY Pastikan Utamakan Keselamatan

TITIKTEMU – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengecek langsung penanganan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau di Posko Bersama Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (7/9/2026) sore.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan koordinasi antarinstansi dalam menghadapi gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berjalan optimal. Pemerintah menempatkan aspek keselamatan penumpang dan penerbangan sebagai prioritas utama dalam setiap keputusan yang diambil.

AHY menyampaikan bahwa pemerintah bersama kementerian dan lembaga terkait masih memonitor secara intensif perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, termasuk arah pergerakan abu vulkanik yang berpotensi mengganggu wilayah udara dan operasional sejumlah bandara.

Dalam kunjungannya, AHY juga menggelar rapat bersama Menteri Perhubungan untuk mengevaluasi kondisi penerbangan selama beberapa hari terakhir.

“Dalam 72 jam terakhir ini kita semua mengikuti dari media maupun media sosial apa yang terjadi, Gunung Anak Krakatau yang mengalami erupsi,” kata AHY.

Erupsi tersebut memberikan dampak cukup luas terhadap layanan penerbangan. Dari delapan bandar udara yang sebelumnya terdampak, Bandara Pagar Alam kini telah kembali beroperasi.

Adapun tujuh bandara lainnya masih mengalami penutupan sementara. Bandara tersebut meliputi Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma di Jakarta, Radin Inten dan Taufik Kiemas di Lampung, Husein Sastranegara di Bandung, serta Budiarto Curug dan Pondok Cabe.

Gangguan operasional itu turut memengaruhi ribuan perjalanan udara. Dalam kurun tiga hari terakhir, tercatat 2.961 penerbangan terdampak, dengan rincian 2.339 penerbangan domestik dan 622 penerbangan internasional.

Dampaknya juga dirasakan oleh sekitar 341.000 penumpang. Sebagian penumpang harus menunggu di bandara, sementara sebagian lainnya terpaksa membatalkan perjalanan akibat kondisi penerbangan yang belum memungkinkan untuk kembali normal.

AHY menegaskan bahwa penghentian sementara operasional bandara ataupun pengalihan penerbangan bukan dilakukan tanpa pertimbangan. Langkah tersebut mengacu pada hasil pemantauan kondisi abu vulkanik serta prosedur keselamatan penerbangan yang berlaku.

Salah satu instrumen yang digunakan dalam menentukan status operasional penerbangan adalah Notice to Airmen (NOTAM) yang diterbitkan AirNav Indonesia. Informasi tersebut menjadi acuan bagi penyelenggara dan operator penerbangan apabila kondisi tertentu dinilai tidak memenuhi standar keselamatan.

“Yang pertama adalah AirNav ini menyusun NOTAM, Notice to Airmen, yang menunjukkan jika ada hal-hal yang tidak memperkenankan atau melanggar dari SOP yang sudah kita jalankan selama ini terkait dengan keselamatan penerbangan maupun penumpang,” jelas AHY.

Pemerintah memastikan perkembangan situasi akan terus dievaluasi secara berkala. Kebijakan terkait pembukaan kembali bandara dan normalisasi penerbangan akan disesuaikan dengan kondisi terbaru di lapangan serta hasil pemantauan terhadap aktivitas vulkanik dan sebaran abu Gunung Anak Krakatau.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.