TITIKTEMU – Banjir kembali melanda Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (22/1/2025) dengan ketinggian air mencapai 80 cm.
Salah seorang warga, Sarti, mengungkapkan bahwa banjir mulai terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Namun, ia dan keluarganya belum memutuskan untuk mengungsi.
“Belum ngungsi nunggu tinggi,” ujarnya.
Menurut petugas Satuan Tugas (Satgas) BPBD Karawang, terdapat dua dusun dengan tiga rukun tetangga (RT) di Desa Karangligar yang terdampak banjir.
Selain dipicu oleh hujan lokal dengan intensitas tinggi, banjir juga disebabkan oleh naiknya tinggi muka air (TMA) di Sungai Cibeet dan Citarum.
“Ada 77 rumah yang terendam, dengan total warga terdampak sebanyak 276 jiwa dari 90 kepala keluarga. Ketinggian air tertinggi mencapai 80 cm,” kata Kaming, petugas BPBD Karawang.
Kaming menyebut, Sebagian warga dari RT 002 dan RT 003 telah mengungsi ke Masjid Al Ikhlas di Desa Karangligar. Desa ini dikenal sebagai salah satu daerah yang kerap mengalami banjir.
Untuk mengatasi masalah ini, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum bersama Pemerintah Kabupaten Karawang berencana membangun pintu air dan kolam retensi di pertemuan Sungai Cibeet dan Cidawolong, Telukjambe Barat.
Proyek dengan anggaran Rp 80-100 miliar ini direncanakan mulai dilaksanakan pada 2025.***





