TITIKTEMU — Gerak cepat distribusi bantuan pangan kembali digeber. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, turun langsung mengecek penyaluran bantuan di Kelurahan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Rabu (15/4).
Kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Bulog memastikan distribusi bantuan benar-benar on track, tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai aturan main.
“Respons masyarakat sangat positif. Bantuan ini memang ditunggu-tunggu. Kita salurkan sesuai ketentuan, masing-masing keluarga menerima total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” ujar Rizal di lokasi.
Sekali Kirim, Langsung Dua Bulan
Bantuan yang digelontorkan kali ini mencakup periode Februari hingga Maret 2026 dan disalurkan sekaligus. Artinya, masyarakat langsung menerima double package untuk dua bulan.
Di Kelurahan Bantar Gebang saja, tercatat ada 2.030 keluarga penerima manfaat (KPM). Sementara secara keseluruhan di Kota Bekasi, angka penerima tembus 121.257 keluarga.
Setiap keluarga mendapatkan: 10 kg beras per bulan, dan 2 liter minyak goreng per bulan. Totalnya? 20 kg beras + 4 liter minyak goreng untuk dua bulan. Lumayan banget buat bantu dapur tetap ngebul.
Jaga Daya Beli, Stabilkan Harga
Program ini bukan cuma soal bansos biasa. Pemerintah menjadikannya sebagai strategi menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi, sekaligus meredam gejolak harga pangan.
Secara nasional, program ini merupakan penugasan dari Badan Pangan Nasional kepada Bulog, dengan target distribusi ke lebih dari 33 juta penerima di seluruh Indonesia.
“Komitmen kami jelas, bantuan harus sampai ke masyarakat tepat waktu dan tepat sasaran,” tegas Rizal.
Suara Warga: Bantu Banget!
Di lapangan, bantuan ini terasa langsung dampaknya. Salah satu penerima, Acang Apriansyah (54), warga Bantar Gebang, mengaku sangat terbantu.
“Alhamdulillah, ini sangat membantu kebutuhan sehari-hari, terutama makan keluarga,” ujarnya.
Dengan skema distribusi yang makin rapi dan terukur, program bantuan pangan ini jadi salah satu safety net penting buat masyarakat—khususnya di tengah tekanan ekonomi yang masih dinamis. (Red)





