TITIKTEMU — Api bisa menghanguskan bangunan, tapi tak mampu memadamkan rasa kemanusiaan. Itu yang terlihat saat bakal calon Kepala Desa Bengle, Dudin Rohaedin SH, turun langsung menyambangi Kakek Adut di Dusun Wagir 1 RT 010 RW 004, Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kamis (7/5/2026).
Rumah sederhana yang selama ini menjadi satu-satunya tempat berteduh bagi Kakek Adut kini tinggal puing dan arang. Kebakaran yang terjadi sehari sebelumnya, Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, meluluhlantakkan seluruh bagian rumah tanpa sisa.
Tragedi ini terasa kian menyesakkan. Kakek Adut hidup sebatang kara, tanpa keluarga, tanpa sandaran. Kini, bahkan tempat pulang pun tak lagi ia miliki.
Dudin Rohaedin tak mampu menyembunyikan keprihatinannya saat melihat langsung kondisi tersebut. Baginya, ini bukan sekadar musibah kebakaran, melainkan ujian kemanusiaan yang menuntut kehadiran nyata.
“Ini bukan hanya soal rumah yang terbakar. Ini tentang seseorang yang dalam sekejap kehilangan segalanya,” tegas Dudin.
Ia menegaskan, kepemimpinan tidak boleh berhenti di kata-kata. Harus hadir di lapangan, terutama ketika warga berada di titik paling rapuh dalam hidupnya.
“Saya akan bantu semaksimal mungkin. Ini bentuk respons cepat dan kepedulian sosial. Di saat seperti ini, masyarakat butuh bukti, bukan janji,” ujarnya lugas.
Tak berhenti pada komitmen, Dudin juga langsung menyiapkan solusi konkret. Ia memastikan Kakek Adut mendapatkan tempat tinggal sementara yang layak selama proses pembangunan kembali rumahnya.
Selain itu, bantuan kebutuhan dasar juga mulai disalurkan untuk memastikan korban tetap bisa bertahan di tengah situasi sulit.
Langkah ini menjadi penegas bahwa empati bukan sekadar wacana. Di tengah kerasnya realitas, masih ada kepedulian yang bekerja diam-diam, tapi berdampak besar.
Di antara sisa abu dan puing yang berserakan, satu hal belum ikut hangus: harapan. Dan hari itu, harapan itu datang bersama uluran tangan.***





