AMKARA: Sumpah Pemuda Bukan Sekadar Seremoni, Pemuda Harus Hadir untuk Rakyat

TITIKTEMU — Peringatan Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menjadi momentum bagi generasi muda untuk memperkuat persatuan, menjaga kepedulian sosial, dan mengambil peran nyata dalam membangun bangsa.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Aliansi Masyarakat Karawang (AMKARA), Ajat Sudrajat, yang menilai bahwa makna Sumpah Pemuda harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan hanya diucapkan dalam seremoni tahunan.

Menurut Ajat, semangat satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia merupakan pengingat bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bergerak bersama.

“Pemuda hari ini jangan hanya bangga dengan sejarah Sumpah Pemuda, tetapi harus mampu meneruskan semangatnya. Persatuan harus dibuktikan melalui kepedulian, keberanian menyuarakan kebenaran, dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Ajat.

Ia menegaskan, pemuda memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial. Mulai dari persoalan pendidikan, lapangan pekerjaan, hingga ketimpangan yang masih dirasakan masyarakat kecil.

Bagi Ajat, pemuda tidak boleh kehilangan arah di tengah perubahan zaman. Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk membangun gagasan, memperluas wawasan, serta mendorong perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Jangan sampai kita mewarisi semangat Sumpah Pemuda hanya sebagai slogan, tetapi kehilangan keberanian untuk berbuat. Pemuda harus berani bersatu, berpikir kritis, dan berdiri bersama masyarakat ketika keadilan serta kepentingan rakyat membutuhkan perhatian,” tegasnya.

Sebagai Ketua Umum AMKARA, Ajat berharap semangat Sumpah Pemuda dapat menjadi landasan bagi generasi muda Karawang untuk memperkuat solidaritas, menjaga persaudaraan, dan berkontribusi dalam pembangunan daerah tanpa memandang latar belakang.

Ia juga mengajak seluruh elemen pemuda untuk meninggalkan perbedaan yang tidak produktif dan memperkuat kolaborasi demi masa depan Karawang yang lebih baik.

“Sejarah telah membuktikan bahwa persatuan pemuda mampu melahirkan perubahan besar. Sekarang tugas kita adalah melanjutkan semangat itu dengan karya, kepedulian, dan keberanian mengambil tanggung jawab,” pungkas Ajat.

Bagi AMKARA, Sumpah Pemuda bukan sekadar peristiwa bersejarah, melainkan komitmen untuk terus menjaga persatuan dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.