Temuan Bebatuan Unik di Sanggabuana, Artefak atau Fosil?

TITIKTEMU – Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Karawang berikan penjelasan terkait bebatuan unik yang ditemukan oleh Tim Ekspedisi Owa Jawa.

Sebelumnya, pada Minggu, (4/8) Tim Ekspedisi Owa Jawa menemukan beberapa bebatuan unik saat menjelajah kawasan pegunungan Sanggabuana.

Mereka menduga, bebatuan tersebut merupakan artefak peninggalan sejarah. Namun TACB Karawang mengkonfirmasi, bahwa bebatuan tersebut adalah fosil tanaman.

“Di daerah Desa Kutamaneuh, Kecamatan Tegalwaru memang dari dulu sering ditemukan batu-batu fosil dari tumbuhan. Jadi yang ditemukan kemarin itu batu fosil, bukan artefak,” ujar Ketua TACB Karawang, Obar Subarja pada Rabu, (7/8/2024).

Ia menjelaskan, ketika dilihat berdasarkan bentuknya, bebatuan ini ditemukan akibat adanya proses meandering pada pola aliran sungai.

“Melihat dari bentuknya, batu ini ditemukan di sungai sekitar daerah. Sungai kalau di daerah hulu itu pola alirannya sering berubah, maka ketika hujan besar maka fosil ini sering berpindah tempat,” jelasnya.

Kemudian, berdasarkan penelitian, fosil ini terbentuk secara alami dengan rentan waktu pembentukan selama 10.000 tahun.

Obar menerangkan, proses pembentukan fosil ini terjadi akibat adanya suatu kadar oksigen yang tinggi. Selain itu, unsur tanah pun menjadi salah satu faktor adanya proses pengerasan organisme.

“Kami sudah melakukan penelitian, bebatuan itu sering dicari oleh pengrajin untuk dijadikan kerajinan. Bahkan kalau usianya lebih tua, bisa dibuat menjadi batu cincin,” terangnya.

Terakhir, ia menggarisbawahi, meskipun sama-sama peninggalan jaman dahulu, fosil dan artefak adalah dua hal yang berbeda.

Fosil biasanya adalah peninggalan berupa sisa-sisa tubuh hewan, tumbuhan dan organisme yang hidup miliaran tahun lalu. Sedangkan artefak adalah benda peninggalan yang dibuat oleh tangan manusia.

“Kalau artefak itu sudah digunakan oleh manusia, tetapi ini tumbuh masa lampau yang menjadi fosil karena terpendam di dalam tanah,” pungkasnya.(Aip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.