TITIKTEMU – Setelah Bupati Karawang melakukan inspeksi mendadak ke proyek rehabilitasi Stadion Singaperbangsa, kini giliran DPRD turun tangan. Ketua DPRD Karawang, H. Endang Sodikin, atau yang akrab disapa Kang HES, memberi peringatan tegas: “Tak ada toleransi untuk pekerjaan molor atau adendum!”
Kang HES menegaskan, proyek yang dibiayai oleh anggaran tahun ini harus selesai dalam tahun yang sama. “Pekerjaan harus tuntas sesuai jadwal. Tidak boleh ada cerita proyek ini menyeberang tahun anggaran,” katanya dengan nada serius saat ditemui di Gedung DPRD Karawang, Jumat, 29 November 2024.
Tidak berhenti di situ, Kang HES berjanji akan mengawasi proyek ini secara intensif. “Kami tidak akan membiarkan ada celah untuk perpanjangan waktu. Pengawasan kami ketat, dan ini bukan sekadar peringatan kosong,” tegasnya.
DPRD pun tak hanya berbicara. Dalam waktu dekat, tim DPRD akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan inspeksi ke proyek Stadion Singaperbangsa. Selain itu, OPD terkait akan dipanggil guna dimintai penjelasan soal progres pekerjaan dan langkah-langkah agar proyek selesai tepat waktu.
“Kami akan panggil pihak-pihak terkait. Kami butuh kepastian dan komitmen mereka untuk menyelesaikan proyek ini tanpa drama,” tambah Kang HES.
Proyek rehabilitasi Stadion Singaperbangsa telah menjadi sorotan publik, mengingat fasilitas ini sangat dinantikan masyarakat Karawang. Harapannya, proyek ini dapat selesai tanpa hambatan dan memberikan manfaat maksimal bagi olahraga dan kebanggaan daerah. Kini, DPRD memastikan bahwa proyek ini tak hanya diawasi, tapi juga dikejar agar sesuai target.
“Kalau mau molor, siap-siap saja kena semprit,” tutup Kang HES dengan nada penuh peringatan.
Untuk diketahui, Stadion Singaperbangsa Karawang direhabilitasi. Anggaran sebesar Rp13,5 miliar digelontorkan untuk pembangunan tahap pertama.
Dari penelusuran media ini, proyek pembangunan rehabilitasi Stadion Singaperbangsa bernilai total Rp13.501.801.000.
Proyek itu sendiri, pembiayaannya bersumber dari APBD murni Karawang, tahun anggaran 2024, dengan pelaksanaan 108 hari kalender.
Proyek dikerjakan oleh CV Putera Belko, dengan konsultan pengawas PT Prisma Karya Utama dan konsultan perencanaan PT Simply Dimensi Indonesia.
Rehabilitasi Stadion Singaperbangsa dianggap perlu, karena kondisi stadion tersebut sudah dianggap tak layak.
Rehabilitasi Stadion Singaperbangsa dilakukan secara multiyears. Tahap pertama, dilakukan perbaikan area tribun penonton, baik tribun timur, utara, barat maupun selatan. Selain itu, juga dilakukan revitalisasi kamar mandi dan ruang pemain. ***





