TITIKTEMU – Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) merilis jadwal pertandingan Timnas Indonesia vs Bahrain dalam putaran kedua Kualifikasi Round 3 Piala Dunia 2026.
Pertemuan Tim Garuda dengan negara asal Timur Tengah itu akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 25 Maret 2025.
Berbeda dari biasanya pada pukul 19.00, WIB, Indonesia vs Bahrain akan digelar lebih malam yakni pada pukul 20.45 WIB.
AFC mengklaim, pergeseran jadwal ini disebabkan pertandingan digelar di Bulan Ramadhan. Adapun, 25 Maret 2025 menjadi pekan terakhir bulan suci Ramadhan bagi umat Islam.
Pertandingan ini krusial buat Timnas Indonesia yang sedang menjaga asa lolos ke Piala Dunia 2026. Saat ini, Indonesia menempati peringkat ketiga dengan raihan 6 poin.
Skuad Timnas Indonesia yang kini diasuh pelatih Patrick Kluivert, masih punya peluang untuk menggeser Australia dari posisi kedua demi tiket otomatis ke Piala Dunia 2026.
Berkaca dari hal itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo pernah mengungkapkan laga Timnas Indonesia vs Bahrain akan tetap dimainkan di GBK, Jakarta.
Hal tersebut diungkap Menpora Dito usai melaksanakan pelantikan Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 21 Oktober 2024.
“FIFA juga sudah meminta pertandingan tetap di Indonesia. Harus di Indonesia, kalau tidak berarti menang WO (walk out),” kata Dito.
Tanggapan Dito itu menyusul pernyataan Bahrain yang ingin laga melawan Timnas Indonesia dilakukan di tempat netral pada laga putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dalam kesempatan yang sama, Menpora RI tersebut menjamin keselamatan para pemain Bahrain yang akan melakukan pertandingan di GBK pada 25 Maret 2025 mendatang.
“Kami menjamin keamanan Tim Bahrain ketika bermain di Indonesia, Insya Allah tak akan ada ancaman dan keselamatannya pasti terjaga,” terang Dito.
Sosok yang kembali bertugas sebagai Menpora di Kabinet Merah Putih itu juga menyoroti pernyataan pihak federasi Bahrain yang merasa tidak aman jika bertandang di Indonesia.
“Jadi kalau ada klaim-klaim atau statement dari pihak Bahrain yang mengatakan rasa tidak aman kalau berada di Indonesia, itu bisa kami pastikan tidak ada potensi ancaman atau potensi keamanan yang bisa membahayakan Timnas Bahrain, Jadi seharusnya tidak ada alasan,” tegasnya.
Di sisi lain, Menpora Dito juga menyoroti pernyataan federasi Bahrain yang terkesan mencari-cari alasan agar tidak bertandang ke Indonesia.
Hal itu menyusul laga kontroversial Bahrain vs Indonesia pada Kamis, 10 Oktober 2024 lalu, yang berakhir imbang dengan skor 2-2.
“Jangan sampai (Bahrain) mencari-cari alasan, Indonesia sangat aman untuk bertanding,” ujar Dito.
Terkait hal ini, AFC pun turut menuai kontroversi usai memberikan pernyataan dukungannya kepada Timnas Bahrain yang sempat ingin bertandang ke GBK pada Maret 2025 mendatang.
Dalam kesempatan berbeda pada Oktober 2024 lalu, AFC melalui laman resminya pernah menanggapi permohonan Federasi Sepak Bola Bahrain (BFA) untuk tidak bermain di Indonesia, pada matchday ke-8 fase ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
“Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah mengetahui kekhawatiran yang disampaikan BFA atas keselamatan dan keamanan timnas mereka pada laga tandang Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia melawan Indonesia yang dijadwalkan pada 25 Maret 2025,” tulis pernyataan AFC yang tayang pada Jumat, 18 Oktober 2024.
AFC mengklaim, masalah yang disoroti BFA adalah hal yang serius dan berkomitmen penuh untuk memastikan keamanan ofisial tim Bahrain dengan mendiskusikan hal tersebut dengan FIFA.
“AFC memandang masalah ini secara serius dan berkomitmen penuh untuk memastikan keamanan official tim (Bahrain) terhadap segala macam pelecehan dan ancaman.
“Kami akan mendiskusikan masalah ini lebih jauh dengan FIFA, BFA, dan PSSI, untuk menciptakan lingkungan yang aman dan terjamin dalam laga (Indonesia vs Bahrain) tersebut,” tegas AFC.
Terkait kasus ini, sebelumnya BFA telah pernyataan resmi usai merasa terusik oleh fans sepak bola Indonesia yang melempar penghinaan dan ancaman di media sosial.
Dalam unggahan resmi Bahrain Football Assosiation (BFA) @bahrainfa pada Oktober 2024 lalu, federasi sepak bola negara asal Timur Tengah itu sempat menunjukkan kekhawatirannya terhadap fans Garuda apabila timnya bertandang ke Stadion GBK, Jakarta, pada Maret 2025 mendatang.
“Pernyataan Asosiasi Sepak Bola Bahrain terkait perilaku fans Indonesia yang tidak dapat diterima terhadap Persatuan Sepak Bola Bahrain,” tulis pernyataan BFA dalam unggahan Instagram resminya @bahrainfa, pada Kamis, 17 Oktober 2024.
Dalam pernyataan itu, BFA mengklaim telah mengikuti selama beberapa hari terakhir soal perilaku fans Indonesia yang dianggap tidak bertanggung jawab dengan ‘meneror’ akun media sosial para ofisial tim.
Tindakan fans Indonesia yang disorot BFA itu terjadi usai laga tandang Timnas Indonesia ke Bahrain di ajang Kualifikasi Round 3 Piala Dunia 2026, pada Kamis, 10 Oktober 2024.
“Perilaku fans Indonesia tidak dapat diterima dan tidak bertanggung jawab terhadap Asosiasi Sepak Bola Bahrain dan para pemain Tim Nasional Bahrain, menyusul pertandingan melawan Indonesia di babak ketiga Kualifikasi Asia AFC, untuk Piala Dunia FIFA 2026,” tandasnya.***






