TITIKTEMU – Karawang mulai “naik kelas” di industri olahraga tarung. Salah satu talenta mudanya, Urmadhilla Dwi Rahmawan alias Dilla “The Arrow”, resmi tampil di panggung internasional lewat ajang F3 Strike Championship di Kuala Lumpur, Malaysia.
Dilla akan bertarung, Minggu 19 April 2026, di Pusat Komuniti Sentul Perdana pada prime time pukul 19.00–23.00 waktu setempat. Dilla akan menghadapi petarung tuan rumah, Raja Izzaty, di kelas Pro Freestyle Catchweight 50 kg.
Ini bukan sekadar laga, tapi juga “etalase” bagi potensi atlet daerah menembus pasar global combat sport.
Talent Lokal, Ambisi Global
Dilla merupakan atlet binaan Dewasena Management, agensi yang mulai agresif membangun pipeline atlet profesional dari Karawang. Dengan positioning sebagai talent incubator, Dewasena tak hanya fokus pada pembinaan teknis, tapi juga membuka akses panggung kompetitif level internasional.
Langkah ini mencerminkan tren baru dalam industri olahraga: atlet tak lagi hanya bertanding, tapi juga menjadi “aset” yang dikelola secara profesional, mulai dari pelatihan, exposure, hingga branding.
Dari Balap ke Combat Sport
Dewasena Management lahir dari inisiatif H.M. Sayegi Dewasena, figur yang sebelumnya dikenal lewat dunia otomotif bersama Dewasena Racing Team. Ekspansi ke combat sport jadi strategi diversifikasi sekaligus upaya memperkuat ekosistem olahraga lokal agar lebih kompetitif secara global.
Operasional manajemen ini digawangi Jayden, atau dikenal sebagai “Jay Dongkrak”, pelatih Muaythai dari Squad Camp Karawang yang punya pengalaman di level nasional hingga internasional. Kombinasi pengalaman teknis dan manajerial ini jadi fondasi penting dalam mencetak atlet siap tanding di luar negeri.
Sekretaris Cabor Muaythai Karawang, Dede Nurdin, yang juga Direktur Dewasena Management, menilai keberangkatan Dilla sebagai milestone penting.
“Ini langkah konkret untuk membuktikan bahwa atlet Karawang punya daya saing global. Kami berharap dukungan penuh dari masyarakat agar Dilla bisa tampil maksimal dan membawa pulang gelar,” ujarnya, kepada TITIKTEMU, Sabtu 18 April 2026.
Keikutsertaan Dilla di ajang internasional ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas pihak. Dukungan datang dari berbagai sponsor dan komunitas, mulai dari Triumph Fight Jakarta, institusi pendidikan, hingga organisasi sosial.
Menurut Dede Nurdin, support system tersebut menjadi “bahan bakar” tambahan bagi atlet saat bertanding di level tinggi. “Dukungan ini bukan hanya soal finansial, tapi juga moral. Itu sangat berpengaruh di atas ring,” katanya.
Momentum Industri
Lebih dari sekadar pertandingan, langkah Dilla dinilai sebagai pintu masuk bagi Karawang untuk masuk dalam radar industri combat sport Asia Tenggara. Jika konsisten, bukan tidak mungkin daerah ini menjadi talent hub baru untuk cabang olahraga tarung.
Dilla “The Arrow” kini membawa lebih dari sekadar nama pribadi, ia membawa harapan, branding daerah, sekaligus potensi ekonomi dari industri olahraga yang terus berkembang.***





