TITIKTEMU – Suasana berbeda terasa di SMK Negeri 1 Karawang, Kamis 16 Mei 2025, saat aula sekolah dipenuhi antusiasme siswa-siswi yang mengikuti sosialisasi budaya bersama Putra Putri Batik Karawang. Kegiatan ini bukan sekadar sesi ceramah biasa—melainkan upaya menyuntikkan kebanggaan dan kecintaan terhadap batik sebagai identitas budaya lokal.
Dua sosok muda inspiratif, Kang Faisyal Fahlevi dan Teh Marsha Triana, hadir sebagai pembicara utama. Mereka mengupas sejarah batik Karawang, makna filosofis di balik motif-motifnya, hingga teknik pembuatannya yang khas. Tak hanya mendengarkan, para siswa juga terlibat aktif dalam sesi tanya jawab serta berbagai aktivitas interaktif yang membangun kesadaran budaya.
“Generasi muda harus jadi garda depan pelestarian budaya. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga warisan ini?” tegas Faisyal dalam salah satu penyampaiannya.
Menurut panitia penyelenggara, kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye untuk memperkuat identitas kedaerahan di tengah derasnya arus globalisasi.
Dengan mengenal budaya sendiri, diharapkan para pelajar tak hanya sekadar bangga, tapi juga termotivasi untuk turut serta dalam promosi batik Karawang ke tingkat nasional bahkan internasional.
Sosialisasi ini pun mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. “Kegiatan seperti ini sangat penting agar siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap nilai-nilai lokal,” ujar salah satu guru pendamping.
Dengan semangat yang ditularkan para duta batik, SMKN 1 Karawang kini menatap masa depan dengan harapan munculnya generasi yang tidak hanya melek budaya, tetapi juga menjadi pelopor pelestarian warisan leluhur.***






