TITIKTEMU – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengambil langkah tegas untuk menengahi masalah rekrutmen tenaga kerja PT FCC Indonesia yang dilakukan di luar Karawang.
Persoalan ini muncul setelah perusahaan tersebut menggelar rekrutmen di SMKN 12 Bandung, yang memicu protes dari masyarakat sekitar pabrik di Karawang yang merasa tidak diprioritaskan.
Ketidakpuasan masyarakat semakin meningkat setelah pernyataan dari Manajer HRD PT FCC Indonesia yang dianggap menyinggung dan mendeskreditkan warga Karawang.
Potongan video yang berisi pernyataan tersebut viral di media sosial, memicu berbagai reaksi dari warga setempat dan warganet.
Menanggapi situasi ini, Gubernur Dedi Mulyadi memanggil Manajer HRD PT FCC Indonesia, Kepala Desa Wadas, serta perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang.
Dedi juga menegaskan bahwa rekrutmen di luar Karawang membuat masyarakat setempat merasa terabaikan.
Sebagai langkah perbaikan, ia menginstruksikan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Barat dan Disnakertrans Karawang untuk memberikan pelatihan matematika dasar kepada lebih dari 100 orang yang sebelumnya tidak lolos seleksi, yang akan dilaksanakan di Kantor Desa Wadas.
Gubernur Dedi menambahkan, jajarannya akan mencari guru matematika terbaik untuk memberikan pelatihan tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa ke depan, rekrutmen tenaga kerja akan dilakukan secara digital, dengan sistem yang lebih transparan.
“Sistemnya adalah didata, dipanggil oleh perusahaan kemudian diseleksi. Setelah lulus baru memenuhi sejumlah persyaratan, mulai dari medical check up hingga SKCK,” jelasnya dalam akun TikTok Kang Dedi Mulyadi Official yang dikonfirmasi ulang Kompas.com, Jumat (25/7/2025).***






