TITIKTEMU – Kehadiran PT CPS di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, mendapat sambutan positif dari sebagian warga. Mereka menilai aktivitas perusahaan itu telah membawa dampak nyata bagi kehidupan masyarakat sekitar.
Salah satu tokoh masyarakat, Sahrul, yang pernah menjabat sebagai RW di Pulau Pari, mengungkapkan bahwa kehadiran PT CPS semula sempat menimbulkan keraguan. Namun seiring waktu, warga mulai merasakan manfaat langsung dari kegiatan perusahaan tersebut.
“Awalnya banyak yang belum paham arah kegiatannya. Tapi setelah berjalan, kami lihat banyak manfaat yang dirasakan langsung oleh warga,” ujar Sahrul saat ditemui.
Menurutnya, PT CPS rutin menyalurkan bantuan sembako setiap bulan kepada warga Pulau Pari, yang dinilai membantu kebutuhan harian masyarakat pesisir. Selain itu, perusahaan juga terlibat dalam perbaikan infrastruktur lingkungan dan pemberdayaan tenaga kerja lokal.
“Harapan kami agar warga terus dilibatkan, terutama dalam pengelolaan fasilitas umum dan pekerjaan di sekitar Pulau Pari,” tambahnya.
Sahrul juga menepis isu negatif yang sempat beredar di media sosial terkait dugaan perusakan mangrove dalam proyek PT CPS. Ia menegaskan informasi tersebut tidak sesuai fakta di lapangan.
“Saya tahu betul kondisi di sana. Tidak ada pengerusakan mangrove kecil seperti yang diberitakan. Mangrove di Pulau Pari sudah tumbuh alami puluhan tahun,” jelasnya.
Dalam proses hukum yang sempat berlangsung, Sahrul bahkan menjadi saksi dan menegaskan bahwa dukungan warga kepada perusahaan bukanlah bentuk izin pembangunan, melainkan pengakuan atas kontribusi sosial PT CPS.
“Saya tegaskan di pengadilan, tanda tangan warga itu bukti bahwa CPS berkontribusi kepada masyarakat, bukan untuk perizinan proyek,” tegasnya.
Di akhir perbincangan, Sahrul berharap kemitraan antara perusahaan dan masyarakat tetap terjaga.
“Kami berharap CPS semakin maju, tetap peduli pada warga, dan terus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Pulau Pari,” tutupnya. ***







