KARAWANG – Ikatan Alumni (ILUNI) SMK Negeri 1 Karawang resmi melantik pengurus baru periode 2025–2030, Sabtu (29/11), di Aula Lantai 3 SMKN 1 Karawang. Pelantikan ini menjadi momentum penting karena merupakan yang pertama dalam tiga periode terakhir dan digadang sebagai babak baru konsolidasi alumni.
Dipimpin Ketua Umum terpilih Kemas Eden Kusnadi, S.T., S.E., ILUNI memasuki periode baru dengan tantangan besar: digitalisasi dan tingginya angka pengangguran lulusan vokasi.
Kepsek: Alumni Ujung Tombak Kemajuan Sekolah
Dalam pidatonya, Kepala SMKN 1 Karawang H. Rosli, S.Pd menegaskan bahwa alumni punya peran strategis dalam mendongkrak reputasi sekolah.
“Bicara SMK 1 Karawang bukan bicara kepala sekolah, tapi pendidikan dan siswa. Alumni itu pasukan kami. Perannya sangat strategis,” tegas Rosli.
Ia mengibaratkan dunia kerja sebagai “arena kompetisi besar”, di mana alumni menjadi faktor penentu agar SMKN 1 Karawang tetap menjadi juara.
Kemas Eden: ILUNI Jadi Akselerator Kompetensi Vokasi
Ketua Umum ILUNI, Kemas Eden, menekankan kuatnya dukungan internal alumni pada proses pelantikan kali ini.
“Kami bangga mayoritas pendukung acara ini adalah alumni sendiri,” ujarnya.
Eden menyebut ILUNI akan bergerak sebagai platform akselerasi kompetensi vokasi dan pusat penguatan jejaring lulusan yang tersebar di berbagai sektor.
“Alumni SMKN 1 Karawang banyak yang menduduki posisi kunci. Jejaring ini harus kita aktifkan kembali,” katanya.
Eden berharap pengurus baru mampu menyatukan potensi lintas angkatan dengan mengedepankan kolaborasi dan kontribusi nyata—mulai dari membuka lapangan kerja, mentorship, hingga pendanaan program.
Dialog Publik: Menautkan Kompetensi Vokasi dengan Industri
Usai pelantikan, ILUNI menggelar Dialog Publik bertema “Link and Match Kompetensi Vokasi Alumni dengan Kebutuhan Industri Era Digital”. Sejumlah tokoh hadir sebagai pembicara, termasuk:
- H. Endang Sodikin, Ketua DPRD Karawang (keynote speaker)
- H. Jenal Arifin, Anggota Komisi 4 DPRD Jabar sekaligus alumni angkatan 1997
- H. Jalal Abdul Nasir, Anggota Komisi XII DPR RI
Endang Sodikin menekankan pentingnya ILUNI menjadi wadah besar penguatan potensi alumni sekaligus mitra strategis pemerintah daerah.
“ILUNI harus punya kajian untuk disampaikan ke Disnaker Karawang. Kita bicara hulunya di sini. Anggaran peningkatan kompetensi masyarakat tidak kecil, sampai 2,6 miliar per tahun,” katanya.
Jenal Arifin: Harus Jadi Jembatan ke Dunia Kerja
Jenal menilai ILUNI punya fungsi vital sebagai jembatan bagi lulusan baru untuk masuk ke industri maupun melanjutkan pendidikan.
“Saya bangga forum intelektual seperti ini muncul. Mudah-mudahan jadi insight bagi siswa tingkat akhir dan alumni,” ujarnya.
Jalal: Alumni Wajib Mengangkat Almamater
Sementara Jalal Abdul Nasir menegaskan para alumni memikul tanggung jawab moral untuk memajukan almamater dan menarik sesama alumni yang masih menunggu kesempatan kerja.
“PR-nya adalah bagaimana ILUNI mendampingi lulusan baru dan menginkubasi alumni yang sudah mapan agar semakin solid,” tegasnya.
Pelantikan ILUNI 2025–2030 ditutup dengan seruan kolaborasi lintas angkatan untuk memperkuat daya saing alumni vokasi menghadapi industri era digital. (*)







