Dualisme Kadin Karawang, Kang Ais: Mukab versi Mercure yang Sah!
TITIKTEMU — Polemik kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Kabupaten Karawang kembali menghangat. Di tengah tarik-menarik legitimasi, pengusaha senior Karawang, Asep Irawan Syafei atau yang akrab disapa Kang Ais, angkat bicara. Sikapnya tegas soal Musyawarah Kabupaten (Mukab) Kadin Karawang yang hari ini bersamaan digelar di dua lokasi, Hotel Mercure dan Hotel Resinda.
Dalam pernyataan terbukanya, Kang Ais menyebut Mukab yang digelar di Hotel Mercure memiliki dasar hukum yang lebih kuat dibanding versi lainnya.
Pernyataan ini bukan tanpa dasar. Ia mengaku telah menelusuri langsung ke Kadin Pusat, termasuk mengacu pada surat resmi tertanggal 11 Oktober 2024 terkait hasil asistensi organisasi.
Dalam dokumen tersebut, terdapat pencabutan terhadap keputusan sebelumnya yang dikeluarkan Kadin Jawa Barat.
“Saya sudah cek langsung melalui jaringan di pusat, termasuk SK terbaru yang ditandatangani Ketua Umum. Dari situ kami sepakat, MUKAB versi Mercure yang sah,” tegas Kang Ais, Rabu 15 April 2026.
Tak berhenti di situ, langkah politik organisasi pun diambil. Ia menyatakan mundur dari posisinya sebagai Dewan Kehormatan yang sebelumnya tercantum dalam SK lama.
“Saya mencabut keterlibatan saya karena dasar hukumnya tidak berada dalam koridor organisasi yang diakui Kadin Pusat,” ujarnya lugas.
Di sisi lain, Kang Ais menilai Mukab di Hotel Mercure justru memiliki legitimasi yang solid karena selaras dengan struktur organisasi, baik di tingkat provinsi maupun pusat.
Namun di tengah ramainya dualisme, ia mengingatkan agar para pengusaha tidak larut dalam konflik berkepanjangan. “Sudah waktunya turunkan ego. Kadin harus jadi rumah besar pengusaha, bukan arena konflik,” katanya.
Lebih jauh, ia menekankan, marwah organisasi harus dijaga. Menurutnya, Kadin memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kadin Karawang harus jadi episentrum kekuatan pengusaha. Kalau konflik ini dibiarkan, yang rugi justru dunia usaha sendiri,” pungkasnya.***




