TITIKTEMU – Panggung politik Jawa Barat mulai “panas dingin”. Jelang Musda ke-6 Partai Demokrat Jabar, satu nama kembali mencuri perhatian: Anton Sukartono Suratto. Sosok petahana ini disebut-sebut siap kembali bertarung memperebutkan kursi ketua.
Memang, belum ada deklarasi resmi. Tapi di level akar rumput hingga elite partai, getaran politiknya sudah terasa. Bursa kandidat mulai mengerucut ke figur dengan “kelas Senayan”, dan Anton ada di barisan terdepan.
Sebagai catatan, Anton bukan pemain baru. Ia sudah malang melintang di parlemen sebagai anggota DPR RI lintas periode, bahkan berlanjut hingga periode terbaru 2024–2029. Konsistensinya di Senayan membuat namanya punya bobot tersendiri di internal partai.
Karier politiknya juga terbilang komplet. Mulai dari pengurus DPP, Ketua DPC Demokrat Kabupaten Bogor, hingga kini menjabat Ketua DPD Demokrat Jawa Barat sejak 2022. Kombinasi pengalaman struktural dan jam terbang nasional jadi “amunisi” utama.
Di luar politik, latar belakangnya juga cukup beragam. Ia mengenyam pendidikan marketing di Downling College, Amerika Serikat, sebelum melanjutkan studi S2 di Universitas Krisnadwipayana. Sementara di dunia kerja, ia pernah mencicipi berbagai posisi strategis, dari sektor keuangan hingga logistik, sebelum full masuk gelanggang politik.
Musda kali ini diprediksi bukan sekadar formalitas. Dinamika internal mulai menghangat, dan sejumlah nama lain kabarnya juga siap meramaikan kontestasi. Namun, status incumbent yang melekat pada Anton membuat posisinya masih terlihat solid.
Dengan jaringan yang sudah terbangun, pengalaman organisasi yang panjang, serta kontrol mesin partai yang relatif stabil, Anton Suratto untuk sementara masih jadi figur paling “siap tempur”.
Kini, semua mata tertuju pada Musda Demokrat Jabar. Apakah sang petahana akan kembali melenggang mulus, atau justru muncul kejutan dari penantang baru? Politik, seperti biasa, selalu menyimpan plot twist.







