Dua Mukab, Dua Ketua: Kadin Karawang Terbelah, Klaim Legalitas Saling Beradu

TITIKTEMU – Karawang sedang menyaksikan “duel” panas di tubuh Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Dalam satu hari, dua Musyawarah Kabupaten (Mukab) ke-VIII digelar di dua hotel berbeda, yakni Hotel Mercure dan Hotel Resinda, Rabu (15/4/2026). Hasilnya? Dua ketua terpilih, dua klaim sah.

Mercure: Aklamasi Kilat, Rafiudin Jadi Ketua

Mukab versi Hotel Mercure berujung pada terpilihnya Rafiudin Firdaus sebagai Ketua Kadin Karawang periode 2026–2031. Prosesnya terbilang mulus, bahkan terlalu mulus.

Awalnya, ada tiga kandidat yang siap bertarung. Namun di tengah jalan, dua calon: Sari Marliani dan Arif Dianto, tiba-tiba menyatakan mundur. Keputusan itu langsung diumumkan di hadapan peserta forum.

Situasi tersebut otomatis mengunci kemenangan Rafiudin lewat mekanisme aklamasi.

Ketua Steering Committee Mukab, Deden Permana, menyebut mundurnya dua kandidat sebagai bentuk “kelogowoan” politik.

“Meski berujung aklamasi, proses demokrasi tetap berjalan. Semua sesuai aturan organisasi,” tegasnya.

Resinda: Aris Susanto Menang Tanpa Lawan

Di lokasi berbeda, Hotel Resinda, Mukab juga menghasilkan ketua baru. Aris Susanto ditetapkan sebagai Ketua Kadin Karawang periode 2026–2031, juga lewat aklamasi.

Bedanya, dua kandidat lain dinyatakan tidak memenuhi syarat sejak awal. Aris menyebut jabatan yang diembannya sebagai amanah besar. Ia langsung mengusung agenda rekonsiliasi dan kolaborasi lintas pelaku usaha.

“Kadin harus jadi rumah bersama. Industri besar, UMKM, semua harus tumbuh bareng,” ujarnya.

Ia juga menyiapkan sejumlah program prioritas, mulai dari pelatihan pengusaha lokal, penguatan sinergi dengan Pemkab Karawang, hingga mendorong pelaku usaha daerah masuk ke rantai pasok industri.

“Kita nggak mau pengusaha lokal cuma jadi penonton di daerah sendiri,” tegas Aris.

Duel Legalitas: Mercure vs Resinda

Di balik dua Mukab ini, perang sesungguhnya adalah soal legitimasi. Pengusaha senior Karawang, Asep Irawan Syafei alias Kang Ais, terang-terangan berpihak ke kubu Mercure. Ia mengklaim forum tersebut memiliki dasar hukum lebih kuat, merujuk pada dokumen dari Kadin Pusat.

“Saya sudah cek langsung, termasuk SK terbaru. Kami sepakat, Mukab Mercure yang sah,” ujarnya.

Ia bahkan memilih mundur dari posisi Dewan Kehormatan yang tercantum dalam SK lama, sebagai bentuk sikap politik organisasi.

Sebaliknya, Ketua Umum Kadin Jawa Barat, Nizar Sungkar, justru mengunci legitimasi di kubu Resinda. Ia menegaskan Mukab tersebut satu-satunya yang sah secara konstitusi organisasi.

“Yang pegang mandat resmi dari Kadin Jabar itu kami. Jadi jelas, ini forum yang legitimate,” tegasnya.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.