TITIKTEMU — Mesin persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026 di Karawang mulai dipanaskan. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Karawang (DPMD) resmi menggeber tahapan awal demi memastikan pesta demokrasi tingkat desa berjalan rapi dan minim kendala.
Total ada 67 desa di 25 kecamatan yang akan menggelar Pilkades, seiring berakhirnya masa jabatan kepala desa pada Desember 2026. Pemerintah daerah menargetkan pemungutan suara bisa digelar sekitar November 2026.
Kepala DPMD Karawang, M. Syaefulloh, menyebut saat ini proses masih di tahap awal sebelum masuk ke penetapan resmi lewat keputusan bupati.
“Sekarang kita fokus di persiapan awal. Penetapan resmi nanti melalui keputusan bupati, dan pelaksanaan direncanakan November,” ujarnya, Selasa 28 April 2026.
Data Pemilih Jadi Prioritas
Langkah pertama yang dikebut adalah pemutakhiran data penduduk. Tujuannya sederhana tapi krusial: memastikan daftar pemilih benar-benar akurat saat hari H.
Menurut Syaefulloh, meski data kependudukan sudah tersedia, pembaruan tetap perlu dilakukan secara lebih detail agar panitia desa tidak kerepotan.
“Data yang ada kita rapikan lagi supaya pelaksanaan di lapangan lebih mudah,” jelasnya.
Ikuti Aturan Terbaru
Tak hanya soal data, DPMD juga tengah menyesuaikan seluruh tahapan dengan regulasi terbaru, termasuk turunan aturan dari pemerintah pusat. Langkah ini penting agar proses Pilkades tidak melenceng dari ketentuan yang berlaku.
Sebagai bagian dari proses, perkembangan persiapan akan dilaporkan ke pimpinan daerah, termasuk Tim Anggaran Pemerintah Daerah dan tim teknis kabupaten.
Koordinasi ini jadi kunci agar seluruh aspek, dari anggaran sampai teknis lapangan, bisa berjalan sinkron.
Pilkades Digital Kembali Jadi Andalan
Menariknya, Karawang berencana kembali menggunakan sistem digital dalam Pilkades 2026. Sistem ini sebelumnya sudah diterapkan dan bahkan sempat jadi rujukan bagi daerah lain.
“Inovasi ini sudah dilirik banyak daerah, baik di Jawa Barat maupun luar daerah,” kata Syaefulloh.
Penggunaan sistem digital ini juga sejalan dengan dorongan pemerintah daerah agar pelayanan publik makin modern dan efisien.
Dengan persiapan yang mulai digerakkan sejak sekarang, Pemkab Karawang optimistis Pilkades 2026 bisa berjalan lancar, tertib, dan minim masalah.
“Kami siap melaksanakan Pilkades secara digital dan berharap semua tahapan berjalan sesuai rencana,” pungkasnya.
Jika semua berjalan mulus, Pilkades 2026 bukan cuma jadi ajang demokrasi desa, tapi juga bukti bahwa digitalisasi di tingkat lokal bukan lagi wacana, melainkan sudah jadi kebutuhan.***






