Petarung Dewasena KO Jagoan Malaysia di NAO International Muaythai Championship Sarawak

TITIKTEMU – Gebrakan panas langsung dikirim petarung Karawang di pentas global. Dua fighter dari Dewasena Management, Dicky Aditya Abdullah dan Ibnu Ramadhan, tampil all-out di NAO International Muaythai Championship di Sarawak, Malaysia, Sabtu 2 Mei 2026 malam waktu setempat.

Hasilnya? Satu kemenangan spektakuler, satu laga ketat yang nyaris berbalik arah.

Dicky jadi bintang utama malam itu. Turun di kelas 54 kg, ia tampil brutal dan efektif saat menghadapi petarung tuan rumah, John Ricra. Belum sempat laga berkembang jauh, Dicky langsung mengunci kemenangan lewat KO di ronde pertama.

Finishing cepat ini jadi statement keras: fighter Karawang bukan sekadar numpang lewat di level internasional.

Sementara itu, Ibnu Ramadhan harus melewati duel sengit di kelas 51 kg kontra Muhammad Syarul (Malaysia). Pertarungan berjalan tiga ronde penuh dengan tensi tinggi. Ibnu tampil disiplin dan agresif, namun harus mengakui keunggulan lawan lewat selisih poin tipis, 38-40.

Di balik hasil tersebut, Direktur Dewasena Management, Dede Nurdin, melihat ini bukan sekadar soal menang atau kalah.

“Ini milestone penting. Kami ingin membuktikan bahwa atlet Karawang punya daya saing global. Ini baru awal,” ujar Dede, Minggu 3 Mei 2026.

Menurutnya, keberangkatan dua petarung ini juga tak lepas dari peran besar support system, mulai dari sponsor hingga komunitas. Dalam dunia combat sport modern, faktor non-teknis jadi pembeda di level elite.

“Dukungan itu bahan bakar. Bukan cuma finansial, tapi juga moral. Itu kerasa banget di atas ring,” tegasnya.

Langkah ini sekaligus membuka pintu lebih lebar bagi Karawang untuk masuk radar industri combat sport Asia Tenggara. Dengan eksposur yang konsisten, bukan hal mustahil Karawang menjelma jadi talent hub baru untuk olahraga tarung di kawasan ini.

Dewasena Management sendiri mulai tampil agresif membangun ekosistem atlet profesional. Mereka tak hanya fokus pada skill bertarung, tapi juga menggarap exposure hingga branding atlet, sebuah pendekatan yang kini jadi standar di industri olahraga modern.

Dari Sirkuit ke Ring

Menariknya, Dewasena Management lahir dari tangan H.M. Sayegi Dewasena, sosok yang sebelumnya dikenal di dunia otomotif lewat Dewasena Racing Team.

Ekspansi ke combat sport jadi langkah strategis, bukan cuma diversifikasi, tapi juga upaya membangun ekosistem olahraga lokal yang lebih kompetitif di level global.

Operasionalnya digerakkan oleh Jayden alias “Jay Dongkrak”, pelatih Muaythai dari Squad Camp Karawang yang punya jam terbang nasional hingga internasional.

Kombinasi pengalaman teknis dan manajemen ini jadi fondasi kuat dalam mencetak fighter yang siap tempur di panggung dunia.

Satu KO, satu pelajaran berharga. Tapi yang jelas, Karawang sudah mulai bicara di ring internasional, dan ini baru ronde pertama.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.