TITIKTEMU — Tongkat komando Kodim 0604/Karawang resmi berganti. Letkol Inf Naryanto menyerahkan jabatan kepada Letkol Inf Nanda Siswanto dalam serah terima yang digelar di Makodim, Selasa 12 Mei 2026. Pergantian ini menjadi sinyal arah baru pengamanan di salah satu kawasan industri paling vital di Indonesia.
Prosesi berlangsung khidmat namun penuh energi. Tradisi satuan digelar lengkap, mulai dari jajar kehormatan, sambutan resmi, hingga sentuhan budaya yang mempertegas identitas militer di tengah masyarakat sipil.
Kedatangan Dandim baru bersama istri, Ny. Dini Nanda, disambut hangat prajurit dan jajaran Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXI, menandai soliditas internal sekaligus kesiapan menerima komando baru.
Suasana makin hidup saat dentuman Drumband Senada Tengkorak dari Yonif Para Raider 305/Tengkorak mengiringi langkah tegap Letkol Inf Nanda memasuki markas. Irama keras itu seolah menjadi penanda: ritme kerja baru resmi dimulai.
Namun di balik seremoni, pekerjaan besar sudah menunggu. Karawang bukan wilayah biasa. Denyut industrinya tinggi, mobilitas manusia masif, dan potensi kerawanan ikut mengintai. Stabilitas keamanan di wilayah ini bukan pilihan, melainkan keharusan.
Dalam pernyataan perdananya, Letkol Inf Nanda menegaskan akan langsung “tancap gas” menjalankan tugas pokok TNI sekaligus mengawal program strategis nasional di daerah.
“Ke depan, kami fokus mendukung program pemerintah, termasuk penguatan Koperasi Merah Putih, Makan Bergizi Gratis, serta percepatan pembangunan infrastruktur seperti Jembatan Garuda,” ujarnya.
Tak berhenti di situ, ia juga menekankan peran teritorial TNI dalam mendorong kesejahteraan masyarakat, mulai dari pendampingan UMKM hingga kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Di sektor keamanan, arah kebijakannya tegas. Letkol Inf Nanda memastikan patroli gabungan akan ditingkatkan bersama kepolisian untuk menekan kriminalitas jalanan.
“Fokus kami jelas: memberantas aksi begal dan memerangi peredaran narkoba yang saat ini marak,” tegasnya.
Langkah ini sekaligus menjadi jawaban atas kekhawatiran publik yang menginginkan kehadiran aparat lebih terasa di lapangan.
Respons cepat, adaptif, dan tajam membaca dinamika wilayah menjadi tuntutan utama bagi Kodim 0604/Karawang di bawah kepemimpinan barunya.
Kunci keberhasilan, kata dia, ada pada sinergi lintas sektor. Kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat sipil harus diperkuat. Tanpa itu, stabilitas hanya akan menjadi jargon.
Dengan komando baru di tangan, publik kini menunggu realisasi—bukan sekadar janji. Di Karawang, stabilitas adalah fondasi. Dan bagi Dandim baru, itu berarti kerja cepat, tepat, dan tanpa kompromi.***







