Lapas Karawang Dorong Warga Binaan Berkarya Lewat Lomba Musik Nasional

TITIKTEMU – Kreativitas warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang kembali mendapat ruang melalui seni musik. Mereka ambil bagian dalam Lomba Musik Pemasyarakatan Nasional dengan membawakan karya cover lagu yang diproduksi bersama jajaran Lapas Karawang.

Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan untuk mengembangkan bakat, meningkatkan kepercayaan diri, serta mendorong warga binaan menyalurkan kreativitas melalui kegiatan yang positif dan produktif.

Karya musik itu kemudian dipublikasikan melalui media sosial resmi Lapas Karawang. Masyarakat dan jajaran pemasyarakatan juga diajak memberikan dukungan dengan menyukai, memberikan komentar positif, serta membagikan video tersebut.

Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Ma’ruf Prasetyo Hadianto, mengapresiasi keterlibatan warga binaan dalam ajang tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi kreativitas warga binaan yang ikut ambil bagian dalam Lomba Musik Pemasyarakatan Nasional. Ini menunjukkan bahwa di balik keterbatasan selama menjalani masa pidana, mereka tetap memiliki potensi dan kemampuan yang dapat dikembangkan,” ujar Ma’ruf, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, seni dan musik bukan sekadar hiburan, tetapi juga dapat menjadi bagian penting dalam proses pembinaan. Kegiatan tersebut melatih kreativitas, kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, sekaligus membangun kembali kepercayaan diri warga binaan.

“Musik menjadi salah satu media untuk mengekspresikan diri secara positif. Kami ingin warga binaan memanfaatkan masa pembinaan untuk mengembangkan potensi, belajar bekerja sama, dan menghasilkan karya yang memberikan nilai positif,” katanya.

Ma’ruf menegaskan, pembinaan di Lapas tidak hanya berorientasi pada kegiatan selama warga binaan menjalani masa pidana. Pembinaan juga diarahkan untuk membentuk kepribadian dan keterampilan sebagai bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.

Ia pun mendorong warga binaan lainnya untuk tidak ragu mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

“Jangan melihat diri hanya dari kesalahan di masa lalu, tetapi jadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, belajar, berkarya, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” tuturnya.

Menurut Ma’ruf, dukungan dari jajaran Lapas, keluarga, maupun masyarakat juga penting untuk menjaga semangat warga binaan selama menjalani proses pembinaan.

Keikutsertaan dalam Lomba Musik Pemasyarakatan Nasional diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi bukti bahwa proses pemasyarakatan dapat membuka ruang bagi warga binaan untuk berkarya dan membangun kembali rasa percaya diri.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.