TITIKTEMU – Sebanyak 220 unit becak listrik disiapkan untuk membantu para penarik becak lanjut usia (lansia) di Kabupaten Karawang. Program bantuan dari pemerintah pusat melalui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang tersebut menyasar penarik becak yang tergolong masyarakat berpenghasilan rendah.
Tidak semua penarik becak akan mendapatkan bantuan. Pemkab Karawang menetapkan sejumlah kriteria bagi calon penerima, salah satunya berusia lebih dari 55 tahun dan tercatat dalam kelompok kemiskinan desil 1 hingga 4.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karawang, Muhana, mengatakan proses pendataan penerima dilakukan secara berjenjang dengan melibatkan sejumlah instansi.
Data penarik becak yang dimiliki Dishub akan dicocokkan dengan data dari Dinas Sosial untuk memastikan bantuan diberikan kepada warga yang memenuhi kriteria.
“Data pengendara becak yang ada di Dinas Perhubungan kita sinkronkan dengan Dinas Sosial. Salah satu persyaratannya mereka harus di atas usia 55 tahun dan berada di desil 1 sampai 4,” kata Muhana, Senin (21/9/2026).
Sebelum menerima dan menggunakan kendaraan tersebut, para calon penerima nantinya akan mengikuti pelatihan pengoperasian becak listrik.
Pelatihan dinilai penting karena sebagian calon penerima merupakan lansia yang selama ini terbiasa mengoperasikan becak secara manual. Dengan pelatihan tersebut, para penerima diharapkan dapat menggunakan kendaraan listrik secara aman dan optimal.
“Nanti rencana kita akan ada pelatihan dulu. Karena belum tentu yang usia 55 tahun itu bisa mengoperasikan becak listrik. Kalau becak manual mungkin mereka pada bisa,” ujarnya.
Muhana berharap program tersebut tidak hanya mengurangi beban fisik para penarik becak yang sudah lanjut usia, tetapi juga dapat membantu meningkatkan penghasilan mereka.
Menurutnya, kelompok lansia menjadi prioritas karena bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung terhadap keberlangsungan ekonomi mereka.
“Bantuan dari pemerintah pusat agar dapat membantu perekonomian para penarik becak yang lansia. Jadi kita memprioritaskan mereka,” katanya.
Dalam program ini, Pemkab Karawang akan membantu menyiapkan fasilitas untuk pelaksanaan pelatihan. Namun, mengenai waktu pelatihan hingga jadwal pendistribusian becak listrik, pemerintah daerah masih menunggu keputusan dari Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional sebagai pihak penyelenggara.
“Penyalurannya nunggu keputusan dari pihak yayasan,” pungkas Muhana.***






