Karawang Gaspol Kembangkan Wisata, 6 Desa Wisata Baru Resmi Ditetapkan

TITIKTEMU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, terus memperluas pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Terbaru, enam desa ditetapkan sebagai desa wisata melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Karawang Aep Syaepuloh.

Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karawang, Lusi Asela, mengatakan enam desa tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendorong potensi ekonomi di tingkat desa.

“Enam desa wisata ini ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Karawang Aep Syaepuloh,” ujar Lusi di Karawang, Selasa.

Enam desa yang baru memperoleh status desa wisata tersebut yakni Desa Kertawaluya, Cikuntul, Jatilaksana, Pasirjaya, Mekarbuana, dan Tanjungjaya.

Menurut Lusi, seluruh desa tersebut masih berada pada tahap desa wisata rintisan. Karena itu, pemerintah daerah akan memberikan pendampingan secara bertahap untuk memperkuat pengelolaan sekaligus mengembangkan potensi wisata yang dimiliki masing-masing desa.

Pendampingan tersebut ditargetkan mampu mendorong desa-desa wisata rintisan naik kelas, mulai dari kategori berkembang, maju, hingga nantinya mencapai tahap mandiri.

“Kami berusaha selama beberapa tahun ke depan mendampingi mereka untuk upscaling desa wisatanya, dari rintisan menjadi berkembang, maju, hingga mandiri,” katanya.

Penambahan enam desa tersebut melanjutkan program penetapan desa wisata yang dilakukan Pemkab Karawang pada 2025. Saat itu, delapan desa telah ditetapkan sebagai desa wisata, yaitu Karangjaya, Cintalaksana, Sedari, Curug, Muarabaru, Cicinde Utara, Kamojing, dan Pangulah Utara.

Dengan tambahan enam desa baru, kini terdapat 14 desa wisata di Kabupaten Karawang yang telah ditetapkan melalui SK Bupati.

Pemkab Karawang masih membuka peluang penambahan desa wisata baru. Pemerintah daerah menargetkan jumlah desa wisata di Karawang dapat mencapai 30 desa.

Lusi menjelaskan, desa wisata pada dasarnya merupakan kawasan yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata dengan mengandalkan daya tarik lokal, fasilitas pendukung, aksesibilitas, serta keterlibatan masyarakat.

Konsep tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke desa, tetap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.