Modus Ban Kempes di Cikampek, Komplotan Perampok Gasak Uang Rp1,3 Miliar

TITIKTEMU – Aksi perampokan dengan modus mengelabui korban menggunakan alasan ban kempes terjadi di Jalan Raya Dawuan Kalihurip, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Dalam kejadian yang berlangsung pada Senin (28/9/2026) itu, sebuah mobil yang ditumpangi tiga orang, termasuk dua warga negara asing (WNA), menjadi sasaran komplotan pelaku. Para perampok berhasil membawa kabur uang tunai senilai Rp1,3 miliar.

Kasat Reskrim Polresta Karawang Kompol Ali Jupri mengatakan, polisi telah menerima laporan dari korban dan langsung melakukan penyelidikan. Dua orang saksi juga telah dimintai keterangan untuk mengungkap rangkaian kejadian tersebut.

“Semalam kami sudah menerima laporan polisi dari korban. Dua orang saksi juga sudah kami periksa. Saat ini kami masih menelusuri perjalanan korban sejak meninggalkan lokasi awal hingga titik terjadinya perampokan,” kata Ali di Mapolresta Karawang, Selasa (29/9/2026).

Berdasarkan pemeriksaan sementara, peristiwa tersebut bermula ketika ketiga korban mengambil uang tunai milik perusahaan di salah satu kantor Bank BCA di wilayah Cikampek.

Total uang yang dibawa mencapai Rp1,9 miliar. Uang tersebut kemudian dimasukkan ke dalam dua tas, masing-masing berisi Rp600 juta dan Rp1,3 miliar.

Saat kendaraan korban melaju menuju Gerbang Tol Kalihurip, mereka dihampiri dua orang yang menggunakan sepeda motor. Pelaku menyampaikan bahwa ban belakang mobil korban terlihat kempes.

Korban yang percaya dengan informasi tersebut kemudian menghentikan kendaraan dan turun untuk memeriksa kondisi ban.

Momen itu diduga dimanfaatkan pelaku lain untuk menjalankan aksinya. Salah seorang pelaku memecahkan kaca mobil bagian kanan menggunakan sepeda motor yang diduga jenis Suzuki Satria FU, kemudian mengambil tas berisi uang Rp1,3 miliar.

“Pelaku diindikasikan menggunakan motor Satria FU untuk memecahkan kaca, kemudian langsung mengambil tas milik korban,” ujar Ali.

Polisi menduga aksi tersebut dilakukan secara terorganisasi. Ali menyebut jumlah pelaku diperkirakan sedikitnya tiga hingga empat orang dengan pembagian peran berbeda.

Sebagian pelaku diduga memantau pergerakan korban sejak berada di sekitar bank, sementara pelaku lainnya bertugas menghalangi atau mengalihkan perhatian korban sebelum aksi pencurian dilakukan.

“Pelaku kami perkirakan bisa tiga sampai empat orang. Ada yang memantau situasi di bank dan ada yang berperan sebagai pemutus,” katanya.

Untuk mengungkap kasus tersebut, polisi masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Hingga kini, dua saksi telah diperiksa. Polisi juga masih menelusuri kemungkinan adanya rekaman kamera pengawas dan jejak perjalanan korban untuk mengidentifikasi para pelaku.

“Kami masih mendalami rangkaian kasus ini untuk mengungkap siapa saja pelakunya,” kata Ali.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.