TITIKTEMU – Abdul Azis resmi menakhodai DPD Partai Golkar Kabupaten Karawang untuk masa bakti 2026–2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Karawang yang berlangsung di Swiss-Belhotel Karawang, Minggu (1/11/2026).
Pergantian kepemimpinan ini menjadi langkah baru bagi Golkar Karawang dalam memperkuat organisasi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kontestasi politik mendatang, terutama Pemilu 2029.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Daniel Mutaqien Syafiuddin, menyambut positif pelaksanaan Musda XI yang berlangsung tanpa kendala berarti. Ia menilai suasana kondusif dalam forum tersebut menjadi modal penting untuk menjaga kekompakan kader.
Daniel berharap, kepemimpinan Abdul Azis mampu merangkul seluruh elemen partai dan memperkuat konsolidasi hingga tingkat akar rumput.
Menurutnya, soliditas internal menjadi salah satu faktor penentu bagi Golkar untuk kembali meningkatkan daya saing politik di Kabupaten Karawang.
Daniel juga menyampaikan penghargaan kepada Mulyono yang sebelumnya memimpin DPD Partai Golkar Karawang. Dedikasi Mulyono selama menjalankan tugas dinilai turut memberikan kontribusi terhadap perjalanan partai di daerah tersebut.
Kini, Mulyono mendapat kepercayaan untuk bergabung dalam kepengurusan DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat.
Daniel mengungkapkan, Karawang memiliki catatan historis sebagai salah satu daerah yang pernah menjadi basis kekuatan Golkar. Partai berlambang pohon beringin itu bahkan pernah memenangkan kontestasi politik dan menempatkan kadernya sebagai kepala daerah.
Pengalaman tersebut, kata Daniel, menjadi motivasi bagi kepengurusan baru untuk membangun kembali kekuatan Golkar di Karawang.
Ia optimistis peluang tersebut dapat diwujudkan apabila seluruh kader mampu menjaga kebersamaan, memperkuat organisasi, dan bekerja secara konsisten menuju Pemilu 2029.
Sementara itu, Abdul Azis menegaskan bahwa peningkatan jumlah kursi legislatif menjadi agenda utama di bawah kepemimpinannya. Ia meminta seluruh kader menyatukan visi dan memperkuat kerja politik untuk mencapai sasaran tersebut.
Menurut Abdul Azis, penambahan kursi parlemen tidak bisa hanya dibebankan kepada pengurus, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh kader dalam membangun kekuatan partai.
Kepemimpinan baru Golkar Karawang kini dihadapkan pada tantangan untuk menerjemahkan konsolidasi internal menjadi peningkatan dukungan politik masyarakat pada pemilu mendatang.***





