TITIKTEMU – Ghazali Center (GC) mengendus ketidakberesan pengadaan buku paket siswa untuk kegiatan puasa (ramadhan) yang tersebar dibeberapa sekolah di Kabupaten Karawang. Salah satu yang disoal yakni selisih harga jual yang terlalu besar jika dibandingkan dengan spek buku paket yang diterima siswa.
Berdasarkan pengamatan GC, buku paket yang beredar di lembaga lembaga pendidikan di Karawang untuk kegiatan puasa itu cuma menggunakan spek artpaper 150 untuk sampul dan kertas buram untuk isi halaman kurang lebih 40 sampai dengan 50 halaman. Dimana jika ditaksir dengan harga perkiraan pasar nilainya hanya sekitar Rp.5000 sampai dengan Rp 6000 per satu buku paket.
“Dari penelusuran kami, ada ketidakseusian harga jual dengan spek buku yang beredar. Ini yang perlu dicuriga. Kalau harga pasar Rp 5000 an, kenapa harga jual di siswa sejumlah sekolah.bisa sampai Rp 30.000 ribuan,” kata Ketua Ghazali Center Lili Gojali.
Menjawab pertanyaan, Lili mengatakan meskipun tidak semua sekolah memberlakukan harga yang sama, namun GC menilai lolosnya buku paket kegiatan puasa di lembaga pendidikan Karawang diduga kuat terjadi penyimpangan penyimpangan. Antaralain dugaan adanya fee cash back dari penerbit kepada pihak oknum lantaran adanya selisih harga yang besar dari harga umum di pasaran.
“Yang baru masuk info kepada kami sampai hari ini kebanyakan terjadi di sekolah sekolah swasta di bawah naungan kemenag. Kalau di bawah naungan disdik kabupaten kami masih mengumpulkan informasi,” katanya, menyebut salah satu penerbitnya berasal dari kota Bogor CV AD.
Lanjut Lili, GC sudah menembuskan informasi ini kepada pihak aparat penegak hukum (APH) di Karawang agar temuannya segera ditindaklanjuti. Selain itu, GC berencana melakukan konfirmasi langsung ke Kemenag Karawang dengan melakukan audensi.
“Sambil mrngumpulkan informasi dan data dari tim lapangan, kami sudah meminta pihak APH untuk ikut turun tangan. Kami menduga kondisi ini sudah berlangsung setiap tahun dengan mengugnakan rekanan dan modus yang sama,” pungkas Lili.***





