TITIKTEMU – Kasus meninggalnya seorang karyawati PT Chang Shin Indonesia usai menjalani operasi jari di RS Fikri Karawang terus menuai sorotan. Di tengah desakan publik untuk mengusut tuntas kejadian tersebut, DPRD Kabupaten Karawang melalui Komisi IV akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) pada Jumat, 2 Mei 2025.
RDP ini dijadwalkan menghadirkan seluruh pihak terkait, termasuk manajemen RS Fikri dan PT Chang Shin Indonesia, guna mendalami penyebab kematian pasien yang sebelumnya diketahui hanya menjalani tindakan medis ringan.
“Kami akan menggali informasi secara menyeluruh. Pertemuan ini penting agar fakta yang ada bisa terungkap secara utuh, bukan setengah-setengah,” tegas Sekretaris Komisi IV DPRD Karawang, Asep Syaripudin atau yang akrab disapa Asep Ibe, pada Rabu (30/04/25).
Namun di tengah upaya klarifikasi tersebut, publik justru dikejutkan oleh beredarnya sebuah foto yang menunjukkan kemesraan antara sejumlah pejabat dari Dinas Kesehatan Karawang dan anggota DPRD bersama perwakilan RS Fikri. Foto itu disebut-sebut diambil di lobi rumah sakit tak lama setelah tim gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RS Fikri.
Potret yang menampilkan senyum dan keakraban itu memicu beragam reaksi dari warganet. Tak sedikit yang menyindir dan mempertanyakan netralitas para pejabat dalam mengusut kasus yang tengah disorot publik tersebut.
“Lagi sidak atau reunian?” tulis salah satu komentar di media sosial yang menyayangkan sikap para pejabat dalam situasi genting seperti ini.
Sebelumnya viral seorang karyawan PT Chang Shin Indonesia Karawang dikabarkan meninggal dunia usai menjalani operasi pascakecelakaan kerja. Ironisnya, operasi itu “hanya” untuk menangani patah tulang pada jari kiri. Tapi hasil akhirnya justru mencengangkan: nyawa melayang.
Cerita ini pertama kali viral lewat unggahan akun Instagram Karawang Kekinian, Selasa 22 April 2025. Dalam narasi yang cepat menyebar di berbagai platform, disebutkan, awalnya korban mengalami insiden kerja—jarinya terkena mesin produksi. Ia lalu dilarikan ke RS Fikri dalam kondisi masih sadar.
“Waktu sampai rumah sakit, dia masih bisa bicara. Langsung dijadwalkan untuk operasi,” ungkap rekan korban yang ikut mengantar.




