TITIKTEMU – Genap satu tahun memimpin Karawang, duet Bupati Aep Syaepuloh dan Wakil Bupati Maslani membeberkan rapor pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Karawang mengklaim pengelolaan anggaran terus diarahkan untuk kepentingan rakyat dengan prinsip efektif dan tepat sasaran.
Salah satu fokus utama yang disorot adalah perbaikan hunian warga miskin. Sepanjang tahun pertama pemerintahan Aep–Maslani, sebanyak 2.870 unit rumah tidak layak huni direhabilitasi menjadi rumah layak huni.
“Kami konsisten mengarahkan anggaran untuk kebutuhan dasar masyarakat, terutama perumahan,” kata Aep, Minggu 22 Februari 2026.
Di sektor tata kelola keuangan, Karawang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk ke-10 kali berturut-turut pada 2025. Raihan tersebut disebut menjadi indikator membaiknya manajemen keuangan daerah.
Tak hanya itu, dalam kurun setahun, Karawang mengoleksi 33 penghargaan dari tingkat provinsi hingga nasional. Pemkab menyebut capaian itu sebagai sinyal positif atas kinerja dan inovasi birokrasi.
Pada bidang infrastruktur, seluruh proyek fisik yang direncanakan pada 2025 diklaim rampung. Rehabilitasi dilakukan terhadap 38 sekolah, disertai peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. Pembangunan jalan dan jembatan juga menjadi prioritas.
Pemeliharaan jalan dilakukan sepanjang lebih dari 1,18 juta meter. Selain itu, dilakukan pelebaran jalan menuju standar nasional, penggantian 42 jembatan, rehabilitasi 14 jembatan, serta pembangunan 17 jembatan baru.
Sejumlah proyek strategis telah diresmikan, di antaranya Jembatan Bakan Tambun Ciselang, Gedung IGD RSUD Karawang, Stadion Singaperbangsa, dan Pasar Cibuaya. Sementara itu, pembangunan GOR Panatayudha dan underpass Gorowong masuk agenda prioritas lanjutan.
Ke depan, Pemkab Karawang akan memprioritaskan penataan jalur transportasi guna memperlancar mobilitas ekonomi dan memperkuat ekosistem industri. Langkah ini dinilai penting karena Karawang merupakan salah satu kawasan industri strategis di Jawa Barat.
Pada sektor pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Karawang 2024 tercatat 73,82. Pemerintah daerah menargetkan naik menjadi 74,6 pada 2025 dan mengklaim target tersebut telah tercapai.
Aep menegaskan peningkatan IPM menjadi fondasi untuk memperkuat kualitas layanan publik, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga kesejahteraan sosial.
“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kami selesaikan. Kami ingin Karawang semakin maju, sektor pertanian tetap kuat sebagai lumbung padi, layanan kesehatan membaik, dan fasilitas publik makin tertata,” ujar Aep.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat selama satu tahun kepemimpinannya.
“Yang masih kurang akan kami tingkatkan. Yang sudah baik akan kami jaga dan sempurnakan,” pungkasnya.***






