TITIKTEMU – Transformasi bukan lagi sekadar jargon buat Perumdam Tirta Tarum Karawang. BUMD air minum ini lagi tancap gas membangun model bisnis yang lebih modern: menggabungkan layanan air bersih, inovasi produk, hingga digitalisasi yang makin dekat ke pelanggan.
Langkah ini jadi bagian dari strategi besar perusahaan untuk tetap relevan di era baru—di mana layanan publik dituntut cepat, transparan, dan berbasis teknologi.
Direktur Utama Perumdam Tirta Tarum, Ade Dikdik Isnandar, menegaskan, perusahaannya kini bermain di dua jalur sekaligus: bisnis dan pelayanan publik.
“Fokus kami bukan cuma sustain secara bisnis, tapi juga memastikan masyarakat dapat akses air bersih dan air minum yang berkualitas,” ujarnya.
Borong Penghargaan, Sinyal Transformasi Berhasil
Kerja keras itu berbuah manis. Di ajang TOP BUMD Awards 2026, Perumdam Tirta Tarum tampil moncer dengan tiga penghargaan sekaligus, yakni Top BUMD Bintang 5 2026, Top CEO BUMD 2026 untuk Ade Dikdik Isnandar dan Top Pembina BUMD 2026 untuk Bupati Karawang, Aep Syaepuloh.
Penghargaan ini jadi validasi bahwa transformasi yang dijalankan bukan gimmick, tapi berdampak nyata.
Ekspansi Air Bersih: Investasi & SPAM Jadi Andalan
Salah satu game changer ada di pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berbasis kerja sama investasi. Strategi ini dipakai buat nge-push kualitas layanan 3K: kualitas, kuantitas, dan kontinuitas.
Empat wilayah jadi target ekspansi utama, diantaranya Klari, Majalaya, Cikampek dan Tegalwaru.
Langkah ini bukan cuma soal distribusi air, tapi juga memperkuat ketahanan air daerah di tengah tantangan pertumbuhan penduduk dan industri.
Kinerja Moncer: Pendapatan & Laba Naik
Secara bisnis, performa Perumdam juga solid. Yakni: pendapatan 2025: Rp172,41 miliar (naik dari Rp154,44 miliar di 2024),
laba bersih: Rp17,25 miliar, dan tambahan pelanggan: 25.627 sambungan (2023–2025).
Angka ini nunjukin kalau transformasi bukan cuma bagus di atas kertas, tapi juga ngangkat bottom line.
Rumah Air Taruma+: Air Minum jadi Produk Lifestyle
Salah satu inovasi paling standout adalah Rumah Air Taruma+, depot air minum isi ulang dengan sentuhan teknologi modern.
Bukan sekadar isi ulang biasa, produk ini menawarkan: air higienis dengan teknologi filtrasi terbaru, harga terjangkau, konsep layanan yang lebih nyaman dan kekinian.
Produk ini diposisikan bukan cuma sebagai bisnis baru, tapi solusi akses air minum berkualitas untuk masyarakat.
My Tirta Tarum: Layanan Air Masuk Era Digital
Digitalisasi juga jadi fokus. Lewat aplikasi My Tirta Tarum, pelanggan sekarang bisa: Cek tagihan, Lapor gangguan, Akses layanan lebih cepat.
Ini bagian dari strategi mendekatkan layanan ke pelanggan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
ESG & Energi Hijau: Mulai Dari PLTS Atap
Perumdam juga mulai serius masuk ke ranah bisnis berkelanjutan (ESG). Salah satu langkahnya adalah kolaborasi dengan Icon+ untuk pengembangan PLTS Atap sebagai sumber energi alternatif.
Di sisi sosial, mereka aktif di:
Program P2WKSS, Bantuan air bersih saat bencana, dan Dukungan dapur MBG lewat Rumah Air Taruma+.
Setor Dividen & Dampak ke Daerah
Sebagai BUMD, kontribusi ke daerah tetap jadi prioritas. Perumdam menyetor 55% laba bersih sebagai dividen ke Pemkab Karawang, plus kontribusi pajak dan program sosial lainnya.***





