TITIKTEMU – Era baru di sektor lingkungan hidup resmi dimulai. Aktivis senior Jumhur Hidayat kini duduk di kursi Menteri Lingkungan Hidup RI. Dukungan pun langsung mengalir, salah satunya dari FORDAS Cilamaya Berbunga yang siap ikut “gas bareng” mengawal agenda hijau pemerintah.
FORDAS Cilamaya Berbunga melihat penunjukan Jumhur sebagai langkah strategis. Dengan latar belakang panjang di dunia aktivisme, terutama dalam mengadvokasi kepentingan publik, Jumhur dinilai punya modal kuat untuk mendorong kebijakan lingkungan yang lebih inklusif dan berdampak luas.
Ketua Presidium FORDAS, Muslim Hafidz, menyebut gaya kepemimpinan Jumhur yang dikenal “ngotot tapi solutif” menjadi nilai tambah di tengah kompleksitas isu lingkungan saat ini.
“Beliau terbiasa merangkum banyak kepentingan publik. Skill itu penting banget buat sektor lingkungan yang penuh tarik-menarik kepentingan,” ujarnya.
Namun, tantangan ke depan tak kecil. Transisi dari isu perburuhan ke lingkungan hidup butuh adaptasi cepat. Menurut Muslim, ini justru jadi momentum bagi Jumhur untuk memperluas impact.
“Dulu fokusnya buruh, sekarang spektrumnya lebih luas, ekosistem, sustainability, sampai ke generasi masa depan. Kami optimistis beliau bisa cepat ‘switch gear’,” tambahnya.
Dari sisi ekosistem kolaborasi, FORDAS juga menegaskan posisinya bukan sekadar supporter, tapi partner strategis. Organisasi ini siap menjadi “mitra kritis”, mendukung sekaligus memberi kontrol terhadap kebijakan pemerintah.
“Kami ingin jadi sparring partner yang sehat. Kadang dukung, kadang ingetin. Yang penting tujuannya sama: lingkungan tetap terjaga,” kata Muslim, yang akrab disapa Ocim.
FORDAS percaya, keberhasilan agenda lingkungan tak bisa berjalan solo. Perlu orkestrasi antara pemerintah, komunitas, hingga masyarakat sipil agar kebijakan tidak hanya berhenti di atas kertas, tapi benar-benar terasa di lapangan.
Dengan semangat “Bersih, Indah, dan Berdayaguna”, FORDAS Cilamaya Berbunga menegaskan komitmennya untuk fokus pada pelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS) Cilamaya, salah satu wilayah krusial yang butuh perhatian serius dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan pembangunan. ***






