TITIKTEMU – Aroma persaingan menuju kursi Bengle 1 mulai terasa, meski tahapan resmi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Bengle, Kecamatan Majalaya, belum dimulai. Para figur yang digadang-gadang maju sudah lebih dulu turun ke lapangan, menyapa warga hingga memasang baliho di berbagai sudut desa.
Fenomena itu menjadi sinyal bahwa pertarungan politik di Desa Bengle diprediksi berlangsung sengit. Baliho para bakal calon kini menghiasi sejumlah titik strategis, mulai dari jalan desa hingga kawasan permukiman, memperlihatkan siapa saja yang siap berebut kepercayaan masyarakat.
Informasi yang dihimpun, manuver politik tersebut sudah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir. Selain memperkenalkan diri melalui baliho, para figur juga gencar melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat.
Pantauan media ini, kehadiran baliho membuat masyarakat mulai mengenali wajah-wajah yang berpotensi bertarung dalam Pilkades 2026.
Warga mengaku, mereka kini mengetahui siapa saja yang kemungkinan maju dalam perhelatan Pilkades Bengle 2026.
Pilkades Bengle menjadi salah satu kontestasi yang diprediksi paling panas dalam gelaran Pilkades Serentak Kabupaten Karawang 2026. Meski belum ada penetapan calon, persaingan antarfigur sudah terlihat jelas.
Dari sejumlah nama yang mulai mencuat, dua figur dinilai paling menonjol, yakni Dudin dan Nurmida Alya Dharmawan atau yang akrab disapa Teh Alya.
Keduanya sama-sama aktif turun ke tengah masyarakat. Mulai dari menghadiri kegiatan warga, menyerap aspirasi, hingga terlibat dalam berbagai aktivitas sosial yang dinilai membawa manfaat bagi masyarakat.
Persaingan keduanya pun menjadi perbincangan hangat di tengah warga. Publik kini menunggu siapa yang nantinya benar-benar lolos sebagai calon resmi dan mampu merebut simpati masyarakat untuk menduduki kursi Bengle 1.
Pilkades Serentak Karawang 2026 Digelar November
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang memastikan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di 67 desa tetap digelar pada November 2026.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menegaskan hingga saat ini tidak ada keputusan maupun rencana untuk menggeser jadwal pesta demokrasi tingkat desa tersebut.
“Pilkades serentak di 67 desa tetap dilaksanakan November 2026. Sampai saat ini belum ada keputusan untuk ditunda pelaksanaannya,” tegas Aep, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, pelaksanaan Pilkades tidak bisa ditawar karena sebanyak 67 kepala desa akan mengakhiri masa jabatannya tahun ini. Artinya, proses regenerasi kepemimpinan di desa harus segera berjalan sesuai agenda.
Aep mengungkapkan dirinya telah menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang untuk mempercepat persiapan pelaksanaan Pilkades, selama seluruh persyaratan dan kesiapan telah terpenuhi.
“Saya sudah tegaskan melalui Sekda, selama kita mampu dan siap, maka Pilkades harus segera dilaksanakan,” ujarnya.
Meski dihadapkan pada tantangan anggaran, Pemkab Karawang memastikan kondisi tersebut tidak akan menjadi alasan untuk menunda pesta demokrasi desa. Saat ini, pemerintah daerah terus mematangkan koordinasi lintas instansi, termasuk menyiapkan skema pembiayaan agar seluruh tahapan berjalan sesuai rencana.





