TITIKTEMU – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Karawang mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 12.155 jiwa dari 4.044 kepala keluarga (KK) di sembilan desa mengalami krisis air bersih dan membutuhkan bantuan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Wilayah yang terdampak tersebar di empat kecamatan, yakni Tegalwaru, Ciampel, Pangkalan, dan Telukjambe Barat.
Menanggapi kondisi tersebut, Perumdam Tirta Tarum Karawang menyatakan kesiapan untuk mendukung penyaluran bantuan air bersih melalui kolaborasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Palang Merah Indonesia (PMI), serta instansi terkait lainnya.
Humas Perumdam Tirta Tarum Karawang, Fajar, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi secara intensif dengan BPBD, PMI, dan berbagai pihak guna memastikan distribusi air bersih kepada masyarakat berjalan lancar.
“Saat ini kami sudah berkolaborasi dan berkoordinasi langsung dengan BPBD serta pihak-pihak lain yang terlibat. Mengingat armada mobil tangki milik Perumdam masih terbatas, sinergi dengan BPBD, PMI, dan instansi lain yang memiliki sarana distribusi menjadi sangat penting,” ujar Fajar, Rabu (29/7/2026).
Ia menjelaskan, jumlah air bersih yang disalurkan setiap harinya bersifat fleksibel dan akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak. Penyaluran dilakukan berdasarkan permintaan resmi yang disampaikan melalui koordinasi antara BPBD, pemerintah desa, dan pihak terkait.
Menurut Fajar, kerja sama lintas instansi menjadi faktor penting agar bantuan air bersih dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak secara cepat, tepat sasaran, dan merata.
Perumdam Tirta Tarum Karawang juga memastikan akan terus mendukung upaya penanganan krisis air bersih selama musim kemarau masih berlangsung. Selain memperkuat koordinasi dengan BPBD, Perumdam juga siap mengantisipasi apabila jumlah wilayah terdampak kekeringan terus bertambah dalam beberapa waktu ke depan.***






