TITIKTEMU – Penataan kawasan Interchange Tol Karawang Timur mulai digenjot Pemerintah Kabupaten Karawang. Bupati Karawang Aep Syaepuloh, turun langsung meninjau pekerjaan peningkatan infrastruktur jalan di kawasan tersebut, Jumat (21/8/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan proyek berjalan sesuai dengan rencana sekaligus melihat langsung kondisi akses yang menjadi salah satu jalur penting bagi kendaraan keluar-masuk Karawang.
Dalam kunjungannya, Bupati Aep menegaskan bahwa pekerjaan tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki kondisi badan jalan. Penanganan kawasan juga mencakup pembenahan drainase sebagai langkah mengantisipasi persoalan genangan yang kerap muncul ketika hujan deras.
“Kita ingin akses di kawasan Interchange Karawang Timur ini semakin baik, sehingga ke depan bisa memberikan dampak positif bagi kelancaran lalu lintas dan mengurai kemacetan yang selama ini kerap terjadi,” ujar Bupati Aep.
Proyek peningkatan infrastruktur tersebut meliputi sejumlah ruas jalan dengan total panjang penanganan mencapai 416 meter. Adapun lebar jalan yang dikerjakan bervariasi, yakni sekitar 7 hingga 9 meter pada masing-masing sisi.
Pembangunan menggunakan anggaran yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2026 dengan nilai pekerjaan sekitar Rp6,5 miliar. Pelaksanaan proyek ditetapkan selama 135 hari kalender dan ditargetkan rampung pada penghujung 2026.
Menurut Aep, pembenahan drainase menjadi bagian penting dalam proyek tersebut karena kawasan Interchange Karawang Timur selama ini menjadi salah satu lokasi yang berpotensi mengalami genangan saat hujan dengan intensitas tinggi.
“Jadi bukan hanya jalannya yang kita perbaiki. Drainasenya juga menjadi perhatian. Kita ingin kawasan ini lebih tertata, lebih nyaman, dan persoalan genangan yang selama ini terjadi bisa kita antisipasi,” kata Bupati.
Aep menilai posisi Interchange Karawang Timur cukup vital karena kawasan itu menjadi salah satu titik strategis yang menghubungkan arus kendaraan dari dan menuju wilayah Kabupaten Karawang.
Karena itu, pembangunan di kawasan tersebut diharapkan tidak berhenti pada aspek fungsional. Pemerintah daerah juga ingin menjadikan kawasan pintu masuk tersebut lebih representatif dari sisi tata ruang dan estetika.
“Ini salah satu wajah Karawang. Kita ingin ketika masyarakat masuk ke Karawang melalui Interchange Karawang Timur, mereka melihat jalan yang baik, kawasan yang tertata, dan lingkungan yang nyaman. Mudah-mudahan setelah selesai nanti manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Pemkab Karawang memastikan pengawasan terhadap proyek akan terus dilakukan selama masa pengerjaan. Pengawasan tersebut ditujukan agar pembangunan selesai sesuai target sekaligus menjaga kualitas pekerjaan sehingga infrastruktur yang dibangun dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.***






