TITIKTEMU – Pemerintah Kabupaten Karawang berencana menambah tiga Unit Sekolah Baru (USB) pada 2027. Program tersebut disiapkan untuk mengantisipasi pertumbuhan jumlah penduduk sekaligus mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri di sejumlah wilayah.
Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Pemkab Karawang menetapkan satu lokasi untuk pembangunan SD Negeri baru di wilayah Dawuan, Kecamatan Cikampek. Sementara dua USB lainnya merupakan SMP Negeri yang direncanakan berdiri di Kecamatan Telukjambe Timur dan Purwasari.
Kepala Disdikbud Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan, mengatakan pembangunan sekolah baru menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menyesuaikan kebutuhan pendidikan dengan perkembangan jumlah penduduk.
Untuk pembangunan SD Negeri di Dawuan, misalnya, kebutuhan sekolah baru muncul karena jumlah anak usia sekolah di kawasan tersebut terus bertambah. Kondisi itu tidak diimbangi dengan ketersediaan lahan yang memadai untuk melakukan pengembangan sekolah yang sudah ada.
“Kalau USB SDN di Dawuan itu dibangun karena jumlah anak mau ke SD banyak. Kita mau meningkatkan bangunannya tapi lahan terbatas, jadi kita pilih bangun di lokasi baru,” ujar Wawan saat diwawancarai, Kamis (3/9/2026).
Sementara itu, pembangunan dua SMP Negeri baru di Telukjambe Timur dan Purwasari berkaitan dengan persoalan daya tampung. Jumlah lulusan SD di kedua wilayah tersebut dinilai belum sebanding dengan kapasitas SMP Negeri yang tersedia.
Akibat keterbatasan tersebut, sebagian masyarakat masih harus mengandalkan sekolah swasta untuk melanjutkan pendidikan anaknya setelah lulus SD.
Wawan menjelaskan, pembangunan USB akan dilakukan di atas lahan dengan status fasos/fasum atau tanah hibah. Untuk sekolah tingkat SMP, kebutuhan lahan minimal mencapai 5.000 meter persegi, sedangkan pembangunan SD membutuhkan lahan sedikitnya 2.000 meter persegi.
Dari tiga rencana pembangunan tersebut, baru lokasi di Dawuan yang telah memiliki kepastian lahan. Adapun lahan untuk dua SMP Negeri di Telukjambe Timur dan Purwasari hingga kini masih dalam proses penyiapan.
Disdikbud Karawang pun terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa agar persoalan lahan dapat diselesaikan pada tahun ini. Kepastian lahan dinilai penting agar tahapan pembangunan, termasuk proses lelang, dapat berjalan sesuai target pada 2027.
“Makanya kami minta ke camat atau kades soal lahannya agar tahun ini beres. Dari tiga yang diajukan, Dawuan sudah diserahkan tanahnya, sementara yang dua belum,” jelas Wawan.
Untuk kebutuhan pembangunan, Pemkab Karawang menyiapkan anggaran sekitar Rp3,8 miliar untuk setiap titik USB. Dengan demikian, apabila seluruh rencana terealisasi, kebutuhan anggaran pembangunan tiga sekolah baru tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp11,4 miliar.







