TITIKTEMU – Proses Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Karawang tengah menjadi sorotan. Sistem yang seharusnya berjalan transparan kini diduga kuat penuh permainan. Indikasi adanya lelang yang sudah “diatur” semakin mencuat, mengingat proses yang berjalan tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.
Biasanya, pelelangan dilakukan secara bertahap, mulai dari pengumuman, tahapan seleksi, hingga penentuan pemenang. Namun, kali ini sistem berjalan secara “dicicil” tanpa tahapan yang jelas. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa pemenang tender telah ditentukan sejak awal.
“Seharusnya ada tahapan yang jelas. Misalnya, berapa jumlah paket yang dilelang dalam satu waktu, bukan seperti ini yang terkesan dipecah-pecah. Ini menimbulkan dugaan adanya intervensi dan permainan dari pihak tertentu,” ujar Beno, Ketua Sakti kepada Titiktemu, Minggu, (23/3/2025)
Indikasi keterlibatan kelompok kerja (Pokja) lelang semakin menguat seiring dengan minimnya transparansi dalam proses ini. Jika LPSE Karawang ingin membuktikan bahwa sistemnya berjalan normatif dan bebas dari praktik kotor, maka transparansi harus menjadi prioritas utama. Salah satu caranya adalah dengan merujuk pada Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP), di mana setiap proses pengadaan harus dapat diakses dan diawasi oleh publik.
Namun faktanya, hingga kini pengumuman tender tidak mengikuti tahapan yang seharusnya. Tidak ada kejelasan mengenai proses seleksi dan evaluasi, yang justru memperbesar kecurigaan publik.
Masyarakat dan pelaku usaha berharap agar pemerintah daerah segera turun tangan untuk memastikan bahwa setiap proses pengadaan berjalan sesuai aturan, tanpa ada praktik kotor yang merugikan banyak pihak. Jika tidak, kepercayaan publik terhadap sistem pengadaan di Karawang bisa semakin runtuh.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) belum bisa dimintai keterangan terkait isu yang tengah beredar. Upaya konfirmasi yang dilakukan oleh awak media belum membuahkan hasil, baik melalui sambungan telepon maupun pertemuan langsung.***






