TITIKTEMU – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Karawang, melalui Bidang industri dan Ketenagakerjaan, menyampaikan kritik keras terhadap manajemen RSUD Rengasdengklok terkait proses perekrutan tenaga kerja yang dinilai banyak mengandung kecacatan.
Alih-alih memberikan prioritas bagi putra-putri asli daerah Karawang, manajemen RSUD Rengasdengklok justru menjalin kerja sama terkait perekrutan tenaga kerja dengan universitas di luar Karawang. Padahal, di Karawang sendiri telah berdiri Universitas Negeri Singaperbangsa Karawang (UNSIKA), sebuah universitas negeri yang berkualitas dan relevan untuk bekerja sama perihal perekrutan tenaga kerja di bidang kesehatan maupun tenaga penunjang lainnya.
Kami mencurigai proses perekrutan yang seharusnya menjunjung tinggi asas Profesionalisme, transparan dan akuntabel justru dipenuhi dengan indikasi praktik ketidakjelasan mekanisme seleksi, batas waktu perekrutan yang pendek serta minimnya keterbukaan informasi kepada publik.
Hal ini jelas mencederai prinsip good government yang berkeadilan, sekaligus merugikan para pencari kerja asli Karawang yang memiliki kompetensi serta kualifikasi yang layak.
Sebagai fasilitas kesehatan milik masyarakat yang didanai langsung oleh APBD, RSUD Rengasdengklok memiliki kewajiban moral dan hukum untuk menjadi teladan dalam tata kelola sumber daya manusia. Perekrutan tenaga kerja tidak boleh dijadikan ajang kepentingan segelintir pihak, karena dampaknya akan langsung berimbas pada kualitas layanan kesehatan yang diterima masyarakat.
Melihat kondisi tersebut, KNPI Kabupaten Karawang Bidang Industri dan Ketenagakerjaan menegaskan sikap sebagai berikut:
- Mendesak manajemen RSUD Rengasdengklok untuk melakukan evaluasi total terhadap seluruh rangkaian proses rekrutmen.
- Menolak segala bentuk praktik titipan, nepotisme, dan manipulasi dalam perekrutan tenaga kerja.
- Menuntut keterbukaan informasi data hasil seleksi secara jelas dan dapat diakses publik.
- Mendorong Pemerintah Kabupaten, khususnya Dinas Kesehatan dan Bupati Karawang, untuk turun tangan memastikan setiap rekrutmen di RSUD mengutamakan masyarakat Karawang.
- Menegaskan pentingnya sinergi antara RSUD dengan perguruan tinggi di Karawang, khususnya UNSIKA, sebagai langkah nyata dalam membangun kemandirian dan kemajuan daerah.
Kami menekankan bahwa RSUD Rengasdengklok adalah rumah sakit masyarakat Karawang. Sudah seharusnya rumah sakit ini menjadi ladang pengabdian bagi putra-putri Karawang yang berkompeten bukan justru memberi peluang lebih besar kepada pihak luar yang kami curigai sarat dengan praktik nepotisme.
Apabila permasalahan ini tidak segera dibenahi, maka KNPI Kabupaten Karawang melalui Bidang Industri Dan Ketenagakerjaan siap menggalang konsolidasi pemuda dan masyarakat untuk menempuh langkah lebih lanjut sebagai bentuk perlawanan terhadap kecacatan prosedur dan praktik tidak sehat dalam tata kelola ketenagakerjaan di lingkungan RSUD Rengasdengklok. (rls)
*Riswandi – Wakil Ketua Bidang Industri dan Ketenagakerjaan DPD KNPI Kabupaten Karawang







