TITIKTEMU – Babak baru BUMD migas Karawang dimulai. Pemerintah Kabupaten Karawang resmi membuka seleksi terbuka direksi PD Petrogas Persada Karawang untuk tahun 2026. Rekrutmen ini diklaim akan digelar secara profesional, transparan, dan steril dari kepentingan apa pun.
Bupati Karawang Aep Syaepulloh menegaskan, seluruh tahapan seleksi dilakukan secara terbuka untuk publik. Tidak ada jalur khusus, tidak ada ruang titipan.
Ia mengatakan, seleksi kali ini dibuka untuk mengisi dua posisi strategis, yakni Direktur Utama (DU) serta Direktur Administrasi dan Keuangan (DAK).
Pemerintah daerah menargetkan figur pimpinan yang memiliki integritas, kompetensi, pengalaman, serta kemampuan manajerial dalam mengelola perusahaan daerah sektor energi minyak dan gas.
“Petrogas ini sejak awal sudah kita minta pendampingan kejaksaan, dari proses awal sampai sekarang. Saya juga sudah koordinasi dengan Kabag Ekonomi dan Sekda. Intinya, saya ingin hasil seleksi ini sesuai harapan masyarakat,” kata Aep, Senin 23 Februari 2026.
Pendaftaran seleksi direksi dilakukan secara terintegrasi dan digital melalui tautan resmi:
https://form.jabarprov.go.id/form/s/PendaftaranSeleksiDireksiPetrogas
Sistem pendaftaran tersebut telah terhubung dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Karawang serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Dengan skema ini, proses seleksi diharapkan berjalan transparan, akuntabel, dan terdokumentasi secara digital.
“Karawang memiliki sumber daya alam besar yang tidak bisa dikelola sembarangan. Karena itu, Petrogas harus dipimpin sosok yang benar-benar paham sektor energi dan migas,” kata Aep.
Ia bahkan menargetkan PD Petrogas Persada Karawang bisa mengikuti jejak sukses BUMD air minum milik Pemkab Karawang, Perumdam Tirta Tarum, yang dinilainya telah menunjukkan kinerja positif.
“Perumdam itu salah satu kebanggaan saya. Sekarang maju atau tidak? Nah, Petrogas juga saya ingin seperti itu. Siapa pun yang mau daftar silakan, terbuka,” tegasnya.
Soal kriteria, Aep menekankan profesionalisme sebagai harga mati. Calon direksi wajib memahami bidang usaha yang akan dikelola dan memiliki pengalaman yang relevan.
“Kalau mau jadi direksi gas, ya minimal pernah bekerja di bidang gas, misalnya lima tahun. Harus punya kompetensi. Saya titip juga ke teman-teman media untuk ikut mengawal. Saya tidak punya kepentingan, siapa pun boleh, dari mana pun, suku atau agamanya apa, yang penting profesional,” ujarnya.
Ia kembali menegaskan, profesional berarti memahami betul sektor usaha yang digarap, bukan sekadar menduduki jabatan.
“Sekali lagi saya tegaskan, saya tidak ada kepentingan apa pun. Semua akan dilakukan secara profesional,” pungkas Aep.***






