Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: Pemkab Karawang Tanam 1.931 Pohon

TITIKTEMU – Ribuan bibit pohon ditanam, ratusan peserta dikerahkan, dan berbagai komitmen lingkungan kembali digaungkan. Namun di balik seremoni peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, publik menanti satu hal yang lebih penting: sejauh mana aksi tersebut benar-benar mampu menjawab persoalan lingkungan yang masih membelit Kabupaten Karawang.

Bertempat di Lapangan Karawangpawitan II, Jumat 12 Juni 2026, Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar gerakan penanaman pohon yang dipimpin langsung Bupati Karawang, Aep Syaepuloh. Kegiatan ini diikuti unsur Forkopimda, OPD, camat, perusahaan, komunitas lingkungan, hingga sekolah-sekolah Adiwiyata.

Tema yang diusung tahun ini, “Now for Climate”, menjadi pengingat bahwa ancaman perubahan iklim bukan lagi isu masa depan, melainkan persoalan nyata yang dampaknya sudah dirasakan masyarakat saat ini.

Dalam sambutannya, Aep menegaskan, menjaga lingkungan bukan hanya urusan pemerintah. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus terlibat aktif, mulai dari pengelolaan sampah hingga gerakan penghijauan.

Namun pernyataan itu sekaligus menjadi tantangan besar. Sebab, hingga kini persoalan sampah, pencemaran lingkungan, dan berkurangnya ruang terbuka hijau masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan di Karawang.

“Persoalan lingkungan tidak bisa dibebankan kepada pemerintah saja. Semua pihak harus bergerak dan mengambil peran,” tegas Aep.

Bupati juga mengapresiasi keberadaan bank sampah yang dinilai semakin berkembang di sejumlah wilayah. Menurutnya, gerakan dari masyarakat menjadi modal penting dalam membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.

Tak hanya masyarakat, dunia usaha juga diminta tidak sekadar menjadi penonton. Aep berharap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Karawang terus menunjukkan kontribusi nyata dalam penanganan sampah dan pelestarian lingkungan.

“Penyelesaian masalah sampah adalah tanggung jawab bersama. Perusahaan harus ikut ambil bagian,” katanya.

Pernyataan tersebut relevan mengingat Karawang merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia. Karena itu, keterlibatan sektor industri dalam menjaga kualitas lingkungan menjadi tuntutan yang tidak bisa ditawar.

Di hadapan peserta kegiatan, Aep juga mengungkapkan bahwa Pemkab Karawang tengah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan. Infrastruktur pendukung disebut telah disiapkan meski membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

Bahkan, pemerintah daerah mengaku telah menjalin komunikasi dengan Mabes TNI Angkatan Darat guna mencari solusi terhadap persoalan sampah yang selama bertahun-tahun belum menemukan penyelesaian optimal.

Meski demikian, masyarakat tentu berharap upaya tersebut tidak berhenti pada tahap wacana dan pembahasan semata. Sebab, keberhasilan pengelolaan lingkungan hanya dapat diukur dari hasil nyata yang dirasakan warga.

Aep juga mengingatkan bahwa keberhasilan penghijauan tidak ditentukan oleh banyaknya pohon yang ditanam saat seremoni berlangsung. Yang lebih penting adalah komitmen untuk merawatnya hingga tumbuh dan memberikan manfaat jangka panjang.

“Menanam itu mudah, merawatnya yang menjadi tantangan. Pohon-pohon ini harus dijaga agar benar-benar memberi manfaat bagi lingkungan dan generasi mendatang,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pemkab Karawang juga mengumumkan rencana penataan Lapangan Karawangpawitan II menjadi ruang terbuka hijau yang lebih representatif bagi masyarakat. Kawasan tersebut diharapkan dapat berfungsi sebagai ruang publik untuk olahraga, rekreasi, sekaligus edukasi lingkungan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang, Asep Suryana, menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan sekitar 600 peserta dari berbagai unsur.

DLH mencatat sebanyak 1.931 bibit pohon berhasil dihimpun dari 34 perusahaan yang berpartisipasi dalam program tersebut. Seluruh bibit kemudian didistribusikan dan ditanam di berbagai wilayah kecamatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan pengendalian perubahan iklim.

Selain penanaman pohon, DLH juga memberikan penghargaan kepada sekolah-sekolah yang dinilai berhasil menjadi pelopor budaya peduli lingkungan melalui program Adiwiyata.

Juara pertama Duta Sekolah Adiwiyata Kabupaten Karawang diraih oleh SMAN 1 Cikampek, disusul SMAN 1 Lemahabang di posisi kedua dan SMAN 2 Cikampek di posisi ketiga.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.