TITIKTEMU — Jagat media sosial dan perbincangan publik di Karawang tengah dihebohkan oleh beredarnya isu yang menyeret nama Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang, Muhana. Ia dituding menjalin hubungan gelap dengan seorang perempuan hingga disebut-sebut menyebabkan perempuan tersebut hamil.
Rumor yang beredar luas itu sontak memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Namun Muhana akhirnya buka suara dan membantah keras seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya.
Menurut Muhana, tudingan tersebut tidak memiliki dasar yang jelas dan sama sekali tidak sesuai dengan fakta.
“Apa yang dituduhkan kepada saya tidak benar. Saya tidak pernah melakukan hal seperti itu. Jika ada yang merasa diperlakukan seperti itu oleh saya, apalagi sampai hamil, saya siap melakukan tes DNA,” tegas Muhana kepada wartawan, dilansir dari akun medsos INKA, Rabu 17 Juni 2026.
Pernyataan itu sekaligus menjadi bentuk keseriusan Muhana dalam menepis isu yang dinilainya telah berkembang liar tanpa bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ia mengaku penyebaran kabar tersebut telah memberikan dampak besar terhadap kehidupan pribadinya maupun pekerjaannya sebagai pejabat publik.
“Psikologi saya terganggu, pekerjaan saya terganggu, rumah tangga saya juga terganggu. Jadi sudahlah,” ungkapnya.
Muhana tidak menampik bahwa dirinya mengenal perempuan yang disebut-sebut melontarkan tuduhan tersebut. Namun ia menegaskan hubungan keduanya tidak seperti yang ramai diperbincangkan.
Menurut pengakuannya, ia baru mengenal perempuan tersebut pada tahun ini dan tidak memahami alasan di balik munculnya tuduhan yang menyeret namanya.
“Saya memang mengenal yang bersangkutan, tetapi baru-baru ini. Saya tidak tahu motifnya apa sehingga menyudutkan saya dengan tuduhan seperti itu,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada bukti yang dipublikasikan ke ruang publik terkait tuduhan tersebut. Di sisi lain, pernyataan Muhana yang siap menjalani tes DNA menjadi tantangan terbuka untuk membuktikan kebenaran di balik isu yang kini menjadi sorotan masyarakat Karawang. ***







