2.000 UMKM Karawang Segera Dapat Bantuan Alat Produksi, Penyaluran Dibagi 7 Tahap Biar Tepat Sasaran

TITIKTEMU – Kabar baik buat ribuan pelaku UMKM di Karawang. Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) bersiap menyalurkan bantuan alat penunjang produksi pada 2026.

Dari sekitar 3.000 proposal yang diajukan, sebanyak 2.000 UMKM dinyatakan lolos proses verifikasi dan validasi. Kini, proses penyaluran tinggal menunggu lampu hijau berupa izin prinsip dari Bupati Karawang sebelum Surat Keputusan (SK) penerima bantuan diterbitkan.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan UMKM (PPUKM) Disperindagkop UKM Karawang, Leony, mengatakan seluruh tahapan administrasi telah berjalan sesuai prosedur.

“Verifikasi dan validasi sudah selesai kami lakukan. Dari sekitar 3.000 proposal yang masuk, tahun ini ada sekitar 2.000 UMKM yang ditetapkan sebagai calon penerima bantuan. Saat ini kami masih menunggu izin prinsip dari Bupati. Setelah itu, proses pengadaan barang langsung berjalan sebelum diserahkan kepada para penerima,” ujarnya.

Dari total penerima tersebut, sebanyak 465 UMKM merupakan usulan melalui Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, sedangkan sekitar 1.535 UMKM lainnya berasal dari jalur reguler.

Agar proses distribusi lebih tertib dan kualitas bantuan tetap terjaga, penyaluran tidak dilakukan sekaligus. Disperindagkop UKM membaginya ke dalam tujuh termin, dengan sekitar 350 UMKM menjadi penerima pada tahap pertama.

Leony menjelaskan, sistem bertahap dipilih agar setiap barang yang diterima dapat diperiksa secara menyeluruh sebelum diserahkan kepada pelaku usaha.

“Kami ingin memastikan seluruh barang sesuai spesifikasi. Kalau ada yang tidak memenuhi standar, bisa langsung kami kembalikan kepada penyedia. Selain itu, kami juga memastikan bantuan benar-benar diterima oleh UMKM yang berhak,” jelasnya.

Menurutnya, pola penyaluran bertahap juga menjadi langkah untuk memastikan bantuan tepat sasaran, sesuai kebutuhan pelaku usaha, serta benar-benar mampu meningkatkan kapasitas produksi dan mendorong keberlanjutan usaha para penerima.

Jika seluruh proses berjalan sesuai jadwal, pengadaan barang akan dimulai pada Juli 2026. Penyaluran tahap pertama diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September, sementara seluruh distribusi ditargetkan rampung paling lambat Oktober 2026.

“Kami akan bergerak maraton mulai Juli sampai Oktober untuk menuntaskan tujuh termin penyaluran. Targetnya, seluruh bantuan sudah diterima UMKM paling lambat Oktober 2026,” pungkas Leony.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.