TITIKTEMU – Nama H. Oma Miharja Rizki (OMR) bukan hanya dikenal sebagai pengusaha sukses dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang. Di mata banyak masyarakat, OMR adalah sosok yang memiliki kebiasaan yang sulit dipisahkan dari kesehariannya yaitu berbagi.
Bukan sekali atau dua kali. Hampir di setiap kesempatan, OMR terlihat membagikan beras, uang tunai, maupun bantuan lainnya kepada masyarakat. Aksi tersebut kerap terekam kamera, namun bagi OMR, berbagi bukanlah pertunjukan, melainkan bagian dari prinsip hidup yang telah ia jalani sejak lama.
“Berbagi sudah menjadi hobi saya sejak dulu. Ada kebahagiaan yang tidak bisa dinilai dengan uang ketika melihat orang lain tersenyum. Bahkan kalau boleh jujur, semakin kita berbagi, semakin Allah tambahkan apa yang kita miliki,” ungkap OMR.
Keyakinan itu lahir dari perjalanan hidupnya. OMR mengaku berasal dari keluarga sederhana. Ia memahami bagaimana rasanya berjuang, bekerja keras, dan melewati berbagai proses kehidupan hingga akhirnya dipercaya masyarakat menduduki jabatan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang. Di dunia politik, ia juga mengemban amanah sebagai Sekretaris DPC Partai Demokrat Karawang.
Namun, menurutnya, jabatan dan keberhasilan yang diraih bukanlah hasil perjuangan seorang diri.
“Saya lahir dari keluarga sederhana. Semua yang saya raih hari ini tidak lepas dari doa ibu, bapak, keluarga, dan sahabat-sahabat saya. Mereka adalah kekuatan terbesar dalam perjalanan hidup saya,” katanya.
Di tengah kesibukannya sebagai pengusaha dan politisi, OMR tetap berusaha hadir di tengah masyarakat. Baginya, jabatan hanyalah titipan yang sewaktu-waktu akan berakhir, sedangkan manfaat bagi sesama akan terus dikenang.
Ia meyakini bahwa rezeki bukan sekadar untuk dinikmati sendiri, tetapi memiliki hak orang lain yang harus disampaikan. Karena itu, ia tidak pernah ragu untuk membantu ketika melihat masyarakat membutuhkan.
“Kuncinya sederhana, hiduplah dengan mau berbagi. Jangan takut kehilangan karena memberi. Lakukan saja dengan ikhlas. Nanti kita sendiri yang akan merasakan bagaimana Allah membalasnya dengan cara yang tidak pernah kita sangka,” tuturnya.
Bagi OMR, ukuran kesuksesan bukan hanya soal harta, jabatan, atau popularitas. Kesuksesan sejati adalah ketika kehadiran seseorang mampu membawa manfaat bagi orang lain. Filosofi itulah yang terus ia pegang dan menjadi alasan mengapa hingga hari ini dirinya tetap konsisten menebar kepedulian di tengah masyarakat.
Di tengah kehidupan yang semakin individualistis, pesan sederhana yang disampaikan OMR menjadi pengingat bahwa berbagi bukan tentang seberapa banyak yang dimiliki, melainkan seberapa besar keikhlasan untuk memberi. Sebab, menurutnya, tangan yang gemar memberi tidak akan pernah dibiarkan kosong oleh Tuhan.***







