Kekeringan Meluas, 12 Ribu Lebih Warga Karawang Kesulitan Air Bersih

TITIKTEMU – Dampak musim kemarau di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, semakin meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang mencatat, hingga Selasa (28/7), kekeringan telah melanda sembilan desa di empat kecamatan dan menyebabkan 12.155 jiwa atau 4.044 kepala keluarga (KK) mengalami krisis air bersih.

Kepala BPBD Kabupaten Karawang, Usep Supriatna, mengatakan wilayah terdampak tersebar di Kecamatan Tegalwaru, Ciampel, Pangkalan, dan Telukjambe Barat. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD telah mendistribusikan sebanyak 237.000 liter air bersih secara bertahap.

“BPBD terus menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan selama musim kemarau berlangsung,” ujar Usep, Selasa (28/7).

Di Kecamatan Tegalwaru, kekeringan terjadi di Desa Kutalanggeng dan Desa Cintalanggeng. Sebanyak 3.876 jiwa atau 1.386 KK terdampak, dengan total distribusi air bersih mencapai 130.000 liter.

Sementara itu, di Kecamatan Ciampel, tiga desa terdampak yakni Desa Parungmulya, Mulyasejati, dan Kutanegara. Sebanyak 4.961 jiwa atau 1.585 KK mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Hingga saat ini, BPBD telah menyalurkan 52.000 liter air bersih ke wilayah tersebut.

Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Pangkalan. Kekeringan melanda Desa Kertasari, Mulangsari, dan Jatilaksana, dengan jumlah warga terdampak sebanyak 1.728 jiwa atau 656 KK. BPBD telah mendistribusikan 39.000 liter air bersih untuk membantu kebutuhan warga.

Sedangkan di Kecamatan Telukjambe Barat, kekeringan terjadi di Desa Wanakerta. Sebanyak 1.590 jiwa atau 417 KK terdampak, dan BPBD telah menyalurkan 16.000 liter air bersih.

Usep menegaskan, BPBD akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan serta menyalurkan bantuan air bersih apabila wilayah terdampak kekeringan terus bertambah selama musim kemarau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.