TITIKTEMU – Pemerintah Kabupaten Karawang mulai melakukan pembenahan menyeluruh terhadap Jalan Tarumanegara atau yang dikenal sebagai Jalan Interchange Karawang Barat. Ruas jalan tersebut menjadi salah satu akses penting bagi kendaraan yang menuju maupun keluar dari Gerbang Tol Karawang Barat di Tol Jakarta-Cikampek.
Pekerjaan rekonstruksi jalan ini menggunakan anggaran sekitar Rp4,9 miliar dari APBD Kabupaten Karawang. Penanganan dilakukan karena kondisi sejumlah bagian jalan mengalami kerusakan dan permukaan yang bergelombang sehingga dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Karawang, Dani Firmansyah, mengatakan pekerjaan tidak dilakukan sekaligus dalam satu bentang jalan. Rekonstruksi dilaksanakan secara bertahap berdasarkan segmen untuk menjaga agar akses kendaraan tetap dapat digunakan.
“Pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara bertahap dari segmen ke segmen. Metode ini untuk mengurangi dampak terhadap arus lalu lintas dan meminimalkan potensi kemacetan,” ujar Dani di Karawang, Rabu.
Adapun pekerjaan mencakup sejumlah tahapan, mulai dari penggalian dan penimbunan, pembangunan lapisan fondasi jalan, hingga pemasangan lapisan permukaan menggunakan beton semen.
Ruas yang menjadi sasaran penanganan memiliki panjang sekitar 675 meter dengan lebar 5 meter.
Untuk menjaga kelancaran mobilitas selama proyek berlangsung, pemerintah juga melakukan pelebaran sementara pada bagian bahu jalan. Area tersebut kemudian diberi lapisan aspal agar kendaraan tetap bisa melintas di kedua arah.
Di tengah berlangsungnya pekerjaan, Bupati Karawang Aep Syaepuloh meninjau langsung lokasi proyek pada Rabu siang. Peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan pekerjaan sekaligus memastikan proses pembangunan berjalan sesuai perencanaan.
Aep mengatakan kondisi jalan yang sebelumnya bergelombang membutuhkan penanganan yang tidak hanya sebatas memperbaiki permukaan. Menurutnya, kualitas lapisan bawah jalan juga menjadi perhatian utama agar konstruksi yang baru memiliki daya tahan lebih baik.
Ia menjelaskan, pengerjaan dilakukan pada sejumlah segmen dengan terlebih dahulu menangani bagian dasar jalan yang dinilai kurang baik.
“Rekonstruksi jalan di Karawang Barat ini ada beberapa segmen, dalam penanganannya memang subjek bawahnya kurang baik, nanti subjek bawahnya akan diangkat lalu akan diganti tanah merah,” kata Aep.
Pemerintah daerah berharap rekonstruksi tersebut dapat meningkatkan kualitas jalan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menggunakan akses menuju kawasan Karawang Barat dan Gerbang Tol Karawang Barat.
Namun, selama pekerjaan berlangsung, pengguna jalan diminta bersabar karena adanya penyempitan dan perlambatan kendaraan di sekitar lokasi proyek.
Aep turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang aktivitas perjalanannya terdampak akibat pengerjaan rekonstruksi tersebut.
Pemerintah Kabupaten Karawang memastikan pekerjaan tetap dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas sehingga dampak terhadap pengguna jalan dapat ditekan selama proyek berlangsung.***





