TITIKTEMU – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menghadirkan solusi pengelolaan sampah ramah lingkungan melalui program Ecocycle Village di Dusun Cilanggohar Tengah, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta.
Program tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat yang belum memiliki akses ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R). Akibatnya, sebagian besar warga masih mengelola sampah rumah tangga dengan cara membakarnya di pekarangan, yang berpotensi menimbulkan polusi udara dan mengganggu kesehatan.
Melalui Ecocycle Village, mahasiswa KKN memperkenalkan alternatif pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan. Warga diberikan sosialisasi sekaligus praktik pembuatan komposter dari galon bekas untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk, serta drum pembakaran minim asap untuk mengurangi dampak pembakaran sampah anorganik.
Rangkaian kegiatan dimulai pada 17 Juli 2026 dengan sosialisasi kepada masyarakat. Selanjutnya, pada 18 hingga 23 Juli, mahasiswa melakukan pendampingan intensif dalam proses pembuatan dan penggunaan komposter maupun drum pembakaran. Program ditutup dengan kegiatan edukasi lanjutan pada 24 Juli di Madrasah Dusun Cilanggohar Tengah.
Perwakilan mahasiswa KKN Unsika, Fitri, mengatakan program tersebut disusun berdasarkan kebutuhan nyata yang dihadapi masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.
“Kami melihat warga sebenarnya tidak memiliki banyak pilihan selain membakar sampah karena belum tersedia fasilitas TPS 3R. Melalui Ecocycle Village, kami mencoba menghadirkan solusi sederhana yang mudah diterapkan, seperti mengolah sampah organik menjadi kompos menggunakan galon bekas dan memanfaatkan drum pembakaran minim asap untuk sampah anorganik,” ujar Fitri.
Program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga menilai solusi yang diperkenalkan mudah diterapkan dan bermanfaat untuk mengurangi pencemaran lingkungan.
Salah seorang warga, Ibu Ipit, mengaku mendapatkan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan sampah rumah tangga.
“Selama ini kami bingung harus membuang sampah ke mana selain dibakar. Setelah mengikuti pelatihan ini, kami jadi tahu bahwa sampah dapur bisa diolah menjadi kompos, sementara pembakaran sampah juga bisa dilakukan dengan cara yang menghasilkan lebih sedikit asap,” katanya.
Apresiasi juga datang dari tokoh masyarakat setempat. Menurutnya, program yang dibawa mahasiswa KKN memberikan manfaat nyata sekaligus meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Masalah sampah adalah tanggung jawab bersama. Kehadiran mahasiswa membawa solusi yang sederhana namun bermanfaat. Kami juga mengapresiasi pendampingan yang dilakukan secara rutin hingga warga benar-benar memahami cara penerapannya,” ujarnya.
Melalui program Ecocycle Village, mahasiswa KKN Unsika berharap masyarakat dapat menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan. Program ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan.***







