Bupati Karawang Perintahkan Pembersihan Cepat Ceceran Diduga Minyak Mentah di Pantai Cemarajaya

Ilustrasi

TITIKTEMU – Pemerintah Kabupaten Karawang bergerak cepat menyikapi temuan material berwarna hitam kecoklatan yang diduga merupakan ceceran minyak mentah di kawasan Pantai Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya.

Bupati Karawang Aep Syaepuloh meminta proses penanganan dan pembersihan segera dilakukan. Menurutnya, persoalan pencemaran lingkungan tidak boleh terhambat hanya karena identitas atau sumber material tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

“Proses pembersihan pencemaran lingkungan tidak boleh tertunda hanya karena menunggu kepastian status kepemilikan limbah,” ujar Aep di Karawang, Kamis.

Ia menilai, langkah cepat diperlukan untuk mencegah material pencemar menyebar lebih luas dan menimbulkan dampak terhadap ekosistem maupun aktivitas masyarakat di wilayah pesisir.

Dari hasil pendataan sementara, material diduga limbah minyak tersebut ditemukan membentang di garis pantai Cemarajaya dengan panjang sekitar 600 hingga 800 meter.

Aep mengatakan, keberadaan material tersebut menjadi perhatian serius karena kawasan pesisir merupakan salah satu wilayah yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya para nelayan.

“Kalau dibiarkan terlalu lama, kondisi ini berpotensi merusak lingkungan dan mengganggu mata pencaharian nelayan. Karena itu, penanganannya harus segera dilakukan,” katanya, dilansir dari antara.

Untuk mempercepat penanganan, Aep menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karawang menjadi leading sector dalam proses pembersihan. Pemkab juga akan berkoordinasi dengan PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

Koordinasi tersebut dilakukan menyusul dugaan bahwa material yang ditemukan berkaitan dengan aktivitas industri hulu migas. Pemkab Karawang bahkan telah meminta penjelasan langsung kepada pihak PHE ONWJ.

“Kami menanyakan kepada PHE ONWJ apakah betul limbah yang ada di daerah Cemarajaya itu adalah limbah yang dihasilkan oleh mereka,” ungkap Aep.

Namun, pemerintah daerah belum dapat memastikan sumber material tersebut. Untuk mengungkap asal-usulnya, sejumlah sampel telah diambil dan akan menjalani pengujian.

Pemeriksaan dilakukan melalui laboratorium serta Puslabfor. PHE ONWJ juga telah mengambil sampel secara terpisah untuk dilakukan analisis.

Aep menyebut hasil pemeriksaan diperkirakan baru dapat diketahui dalam waktu sekitar empat hingga lima hari. Hasil tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan apakah material yang mencemari pesisir Cemarajaya memang berasal dari PHE ONWJ atau bukan.

“Kita tunggu hasilnya dalam beberapa hari ke depan, empat sampai lima hari. Nanti ada dua pembuktian, apakah betul ini yang dihasilkan oleh PHE ONWJ atau bukan,” ujarnya.

Meski demikian, Aep menegaskan proses verifikasi sumber pencemaran tidak boleh menghambat tindakan di lapangan. Pembersihan tetap harus berjalan agar material tidak semakin menyebar.

DLH Karawang nantinya mengatur mekanisme pengangkutan, alur pembuangan, hingga pengelolaan material yang berhasil dikumpulkan dari kawasan pesisir.

Sebelumnya, material berbentuk butiran dengan warna hitam kecoklatan tersebut pertama kali ditemukan oleh nelayan di sekitar bibir Pantai Cemarajaya pada Selasa (25/8).

Temuan itu langsung memunculkan kekhawatiran masyarakat pesisir. Pasalnya, kawasan pantai utara Karawang sebelumnya pernah mengalami pencemaran minyak mentah.

Pada 2019, tumpahan minyak yang dikaitkan dengan PHE ONWJ mencemari sejumlah wilayah pesisir dan perairan utara Karawang.

Kasus pencemaran serupa juga terjadi pada 2021. Saat proses penanganan kala itu, petugas mengumpulkan sekitar 8.500 karung berisi pasir yang telah tercampur material minyak mentah dari kawasan pesisir utara Karawang.

Dengan adanya temuan terbaru di Cemarajaya, Pemkab Karawang kini menempatkan penanganan pencemaran sebagai prioritas sembari menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan sumber material tersebut.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.