TITIKTEMU — Rencana pembukaan sekitar 2.000 lowongan pekerjaan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-393 Kabupaten Karawang mendapat apresiasi dari kalangan pemuda.
Namun, apresiasi tersebut disertai harapan agar kesempatan kerja yang dibuka benar-benar dapat diakses masyarakat Karawang secara adil dan transparan.
Rugal, salah satu pemuda Karawang, mengatakan pembukaan ribuan lowongan kerja tersebut harus menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang hingga kini masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.
“Ya, tentunya kita menyambut baik dan mengapresiasi apabila benar akan dibuka sekitar 2.000 lowongan pekerjaan dalam momentum Hari Jadi ke-393 Kabupaten Karawang,” kata Rugal.
Menurutnya, program tersebut jangan sampai hanya menjadi kegiatan seremonial atau sekadar angka di atas kertas. Ribuan lowongan yang tersedia harus benar-benar memberikan peluang bagi pencari kerja, khususnya pemuda Karawang.
“Harapannya program ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi benar-benar memberikan kesempatan kerja yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Rugal juga menyoroti persoalan persyaratan rekrutmen yang selama ini kerap menjadi keluhan pencari kerja, khususnya mengenai batas usia dan syarat penampilan atau “good looking”.
Ia berharap perusahaan lebih mengutamakan kemampuan dan kompetensi calon pekerja dibandingkan aspek penampilan yang tidak berkaitan langsung dengan pekerjaan.
“Jangan sampai seseorang yang memiliki kemampuan, pengalaman, pendidikan, serta etos kerja yang baik harus kehilangan kesempatan hanya karena persoalan usia atau penampilan fisik,” tegasnya.
Menurutnya, kompetensi, kemampuan, pengalaman, integritas, kesehatan sesuai kebutuhan pekerjaan, serta kemauan untuk bekerja seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam proses rekrutmen.
Masih dikatakan Rugal, pembukaan lapangan kerja harus menjadi bagian dari upaya mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Karawang.
Sebagai daerah dengan pertumbuhan industri yang pesat, masyarakat Karawang dinilai harus mendapatkan akses dan kesempatan yang adil untuk bekerja di daerahnya sendiri.
Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Karawang melakukan pengawasan terhadap proses rekrutmen agar pelaksanaannya transparan dan tidak merugikan para pencari kerja.
“Momentum Hari Jadi ke-393 Kabupaten Karawang ini harus menjadi momentum untuk menghadirkan solusi nyata. Jangan hanya berbicara tentang banyaknya lowongan pekerjaan, tetapi pastikan lowongan tersebut benar-benar dapat diakses masyarakat tanpa diskriminasi,” katanya.
Rugal berharap masyarakat Karawang tidak hanya menjadi penonton di tengah pesatnya pembangunan industri.
“Kita ingin masyarakat Karawang bukan hanya menjadi penonton di tengah pesatnya pertumbuhan industri, tetapi juga menjadi bagian utama yang merasakan manfaat dari pembangunan dan investasi yang ada di Kabupaten Karawang,” pungkasnya.***






